logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 08 Desember 2005 NASIONAL
Line

Amankan Lima Orang, Sita 30 Peluru

  • Penggerebekan Sebuah Rumah di Magetan

MAGETAN-Polres Magetan menangkap lima orang dan menyita 30 peluru dalam aksi penggerebekan pada sebuah rumah di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan. Penggerebekan dilakukan pada Selasa (6/12) malam.

"Dari penangkapan itu, kami mengamankan lima orang dan sejumlah barang bukti," ujar Kasat Reskrim Polres Magetan, Iptu Wiyono Eko Prasetyo ketika dihubungi wartawan dari Surabaya, Rabu (7/12) petang.

Penggerebekan dilakukan petugas ke rumah RD. Apakah kelima orang yang ditangkap itu terkait jaringan teroris kelompok Noordin M Top?

"Saya belum mendapat laporan, saya belum tahu," tegas Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Endro Prasetyo ketika dihubungi secara terpisah.

Selain mengamankan lima orang, petugas juga menyita 30 butir peluru berbagai jenis, belerang, kawat, dua buah tongkat kejut, dua baterai, sebuah pistol mainan, lima gambar denah bangunan, sebuah parang, dua kerpus penutup wajah, puluhan kaset VCD, beberapa buku, dan barang lainnya yang jumlahnya mencapai dua kardus.

Lalu, siapa kelima orang yang diamankan itu? Mereka berinisial RD yang mengaku berasal dari Lampung, Sumatera. Tapi, setelah diselidiki petugas, ternyata yang bersangkutan memiliki dua KTP. Masing-masing beralamat di Margodadi, Metro Selatan, Jakarta dan Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Magetan.

Sedang empat orang lainnya adalah AC, SL, dan JL yang mengaku dari Magetan. Satu orang lainnya mengaku berasal dari Kabupaten Wonogiri, Jateng dengan inisial SP. Kini, kelima orang itu sedang dimintai keterangan secara intensif di Mapolres Magetan.

Mirip Noordin M Top

Satu di antara kelima orang yang diamankan polisi, wajahnya ada yang mirip dengan Noordin M Top. Selain itu, ada di antara kelima orang itu yang memiliki dua KTP.

Realitas ini makin menumbuhkan rasa selidik polisi. Sebab, anggota jaringan teroris kerapkali menyembunyikan identitas aslinya dengan membuat banyak kartu identitas berlainan.

Penangkapan kelima orang itu didasarkan laporan seorang sopir mobil carteran ke Polres Magetan. Si sopir yang biasa mangkal di Stasiun KA Madiun melaporkan mobilnya disewa lima orang. Yang mana di antara lima orang itu ada yang membawa senpi. Setelah itu, polisi melakukan pengejaran ke lapangan.

Sementara itu, Kapolwil Madiun Kombes Pol Ondang Sutarsa ketika dihubungi tadi malam menyatakan, kelompok lima orang ini tampaknya akan sedang merencanakan aksi curas di wilayah Magetan dan sekitarnya.

Soal peluru dan lima gambar denah bangunan, menurutnya, peluru dipergunakan untuk membantu dan memperlancar rencana aksi curas. Sedangkan denah bangunan adalah beberapa rumah di Magetan dan sekitarnya yang akan dijadikan sasaran aksi curas kelompok ini. Untungnya, sebelum mereka menjalankan

aksi di kabupaten paling ujung barat Jatim itu, mereka lebih dulu ketahuan polisi.

Kemungkinan besar kelima orang ini tak ada kaitannya dengan kelompok teroris Noordin M Top. "Tampaknya mereka merencanakan aksi curas," kata Ondang Sutarsa. (G14-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA