| Kamis, 08 Desember 2005 | EKONOMI |
sekilas ekonomiSeminar Millionaire YoungSEMARANG-Sigma Capital Group kembali menggelar Power Seminar "Millionaire Young & Rich". Seminar akan digelar di Hotel Novotel Solo pada Sabtu (10/12) pukul 15.00 - 18.00. Dalam acara selama tiga jam, peserta akan dipandu investor bagaimana meraih profit 6-15% dalam dolar per bulan. Kemudian cara mendapat diskon 100 persen dan saham gratis, memaksimalkan profit saat market turun, dan memperoleh pendapatan ekstra tanpa meninggalkan pekerjaan. Peminat bisa menghubungi Lyna (08122692419) dan Putri (081328482424). Kontribusi normal Rp 200.000 ke BCA Sudirman a/c 035-0655-166. Untuk 20 pendaftar pertama dikenai kontribusi Rp 100 ribu. (bp-33) Spring Bed Spring Air Diminati JAKARTA-Penjualan Spring Air produk Spring Bed di Jateng yang baru dimulai awal 2005 cukup pesat, sehingga dalam waktu dekat akan membuka kantor cabang di salah satu kota di Jateng. ''Untuk jenis tertentu setiap bulan bisa laku 20 unit. Sedangkan jenis lain bisa terjual 40-an unit. Padahal harganya antara Rp 10,4 juta-Rp 46 juta dan Rp 3,8 juta-Rp 86 juta. Namun ternyata peminatnya cukup tinggi,'' kata Sales Executive Spring Air, Sugi Johan di Jakarta kemarin. Saat ini, mereka baru memiliki satu agen di kota Pekalongan. Mengingat di kota ini, pemasaran produk tersebut cukup potensial. Sedang kota-kota lain yang diharapkan menjadi sasaran penjualan tertinggi, yakni Magelang, Salatiga, Solo, Tegal, Purwokerto dan Semarang. (bn-33) Cadangan Devisa RI Naik JAKARTA-Posisi cadangan devisa Indonesia semakin pulih. Pada minggu keempat November, cadangan devisa naik 163 juta menjadi 33,239 miliar dolar AS. Data-data moneter lain, seperti dikutip dari situs Bank Indonesia, Rabu (7/12), jumlah uang primer meningkat menjadi Rp 226,108 triliun. Pada pekan sebelumnya, jumlah uang primer hanya Rp 220,343 triliun. Untuk uang kertas dan logan yang diedarkan juga naik menjadi Rp 134,937 triliun, dari posisi sebelumnya Rp 130,997 triliun. (dtc-33) Ekspor Nonmigas 2006 Tumbuh 6-8 % JAKARTA-Terbukanya peluang meraih pasar Amerika Serikat dan Eropa, setelah China mendapat tekanan, membuat minimal ekspor nonmigas 2006 bisa tumbuh 6-8 persen. Kendati harus diakui kendala dari dalam negeri relatif masih tinggi. "Rencana strategis target ekspor tahun depan minimal pertumbuhan ekspor nonmigas 6-8 persen. Ini menjadi target minimum," kata Menteri Perdagangan Mari Pangestu di Jakarta, Rabu (7/12). Diakui, saat ini banyak kendala dari dalam negeri yang bisa menghambat pertumbuhan ekspor. Namun ada juga peluang untuk meningkatkan ekspor dengan mencari pasar di luar, terutama setelah produk China seperti sepatu dan tekstil mendapat tekanan dari AS dan Eropa. (dtc-33) |