logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 Desember 2005 PANTURA
Line

Komunikasi Guru Bahasa Inggris Masih Kurang

BISA berkomunikasi secara aktif dalam bahasa Inggris, kini menjadi hal penting di pasar kerja. Kemampuan seperti itu merupakan persyaratan sejumlah perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.

Hal itu sepertinya membukakan mata para guru bahasa Inggris di sejumlah sekolah menengah. Jika ingin menghasilkan anak didik yang berkualitas baik maka pengajarnya harus memenuhi standar.

Lantas, sudahkah guru bahasa Inggris memiliki kualitas yang diharapkan? Pertanyaan seperti itu menjadi pembahasan penting dalam workshop Kang Guru Radio English- Indonesia Australia Language Foundation (KGRE-IALF) yang digelar Badan Informasi Komunikasi dan Kehumasan (BIKK) Kabupaten Tegal, beberapa waktu lalu.

Apalagi menyembul ke permukaan, kualitas guru bahasa Inggris di daerah itu masih perlu sentuhan untuk meningkatkan kualitasnya.

Menurut Kasi Kependidikan SMP dan Menengah Dinas P dan K Sugiharto SPd MSi, kualitas guru bahasa Inggris masih perlu ditingkatkan.

"Dari segi tata bahasa (grammar) dan struktur bahasa (structure) sudah cukup bagus, tapi kemampuan berkomunikasi secara aktif, masih kurang. Mereka harus bisa menunjukkan kemampuan berkomunikasi secara aktif menggunakan bahasa Inggris dengan baik," tandas Sugiharto.

Pengajar Australia

Karena itu, program BIKK yang digelar oleh unit kerja radio Citra Pertiwi, Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) itu diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas pengajaran dan berkomunikasi para guru bahasa Inggris.

"Program ini sudah berlangsung sejak 2002 lalu. Atau sejak program pelajaran penyiaran bahasa Inggris dilakukan di radio milik Pemkab Tegal. Untuk mendapatkan hasil yang baik, kami mendatangkan pengajar dari Australia," papar Kepala BIKK M Widodo SE.

Kegiatan kali kedua itu diikuti 120 guru bahasa Inggris dengan instruktur Rachel Pearson.

Menurut Rachel, membiasakan diri berkomunikasi secara aktif merupakan cara mudah untuk menguasai bahasa internasional itu. "Jadi, bukan sekadar matang teorinya, melainkan membiasakan diri praktik untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari," tuturnya.

Dia sangat salut atas semangat orang Indonesia belajar bahasa internasional. Sebab, hal itu akan membuka cakrawala lebih luas dalam persaingan lebih global.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Sartono MM mengatakan, untuk maju dalam persaingan pasar kerja, dunia pendidikan harus mempersiapkan pengajar yang mampu menghasilkan anak didiknya yang berkualitas.

"Maksud saya, kemampuan berbahasa Inggris-nya dapat diandalkan. Jadi, strateginya harus mempersiapkan pengajar yang andal lebih dulu agar bisa menghasilkan anak didik yang berkualitas," kata Sartono.

Kegiatan workshop itu, kata dia, juga diisi diskusi sejumlah perwakilan pelajar SMA, SMK, dan MA di aula SMA Negeri 1 Slawi. Kemudian mereka juga menjawab pertanyaan di program siaran berbahasa Inggris di radio Citra Pertiwi, radio milik Pemkab Tegal. (Riyono Toepra-52n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA