logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 Desember 2005 PANTURA
Line

Pemkot Beri Keterampilan Linmas

PEKALONGAN- Pemkot Pekalongan, tiga hari memberikan kursus keterampilan bagi petugas pertahanan sipil (hansip) dan perlindungan masyarakat (linmas). Hal itu dimaksudkan agar mereka lebih waspada mengawasi lingkungan di masa depan.

Sebab, Kota Pekalongan sempat dijadikan persembunyian gembong teroris. Lagi pula, beberapa warganya terlibat jaringan tersebut.

Demikian dikatakan Wali Kota HM Basyir Ahmad, ketika membuka Kursus Keterampilan bagi Anggota Hansip dan Linmas di aula Sekretariat Pemkot, kemarin.

Kursus diikuti 75 orang dari empat kecamatan se-Pekalongan. Tujuannya untuk meningkatkan perhatian dan kewaspadaan bagi mereka dalam melakukan pengawasan di masyarakat serta lingkungan sekitarnya.

Bila ada hal-hal yang mencurigakan dapat langsung diambil tindakan. Hal itu untuk mengantisipasi sebelum menimbulkan masalah dan gangguan bagi masyarakat.

Wali Kota menegaskan situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini sedang menghangat. Di satu sisi, kenaikan BBM menambah jumlah pengangguran dan kemiskinan. Di sisi lain kenaikan bahan-bahan kebutuhan pokok membuat masyarakat makin sengsara.

"Belum lagi munculnya aksi teror dari pihak-pihak tak bertanggung jawab, yang membuat suasana bangsa semakin tidak tenteram," kata Wali Kota.

Kondisi yang demikian itu dikhawatirkan dapat menimbulkan berbagai permasalahan dalam masyarakat, terutama orang-orang yang putus asa dalam menghadapi kehidupan. Mereka dimungkinkan bisa melakukan tindakan-tindakan yang tidak terduga dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Karena itu, hansip sebagai salah satu komponen dalam sistem hankamnas, harus dapat bersikap bijaksana dalam mengatasi berbagai permasalahan serta pandai-pandai berkomunikasi.

Dengan demikian, hansip atau linmas dapat menyerap aspirasi dan permasalahan yang berkembang. Sebelum masalah membesar, hansip dapat mengantisipasi terlebih dulu. Baik secara langsung maupun berkoordinasi dengan instansi terkait.

Basyir mengungkapkan, keberadaan anggota hansip/linmas harus dapat menciptakan suasana teduh dan sejuk di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

"Termasuk pula mampu memberikan pengertian tentang arti penting memperkukuh persatuan dan kesatuan," tandas Basyir.

Itu semua harus dilakukan hansip, karena merupakan wadah penyalur potensi rakyat yang dibina dan diarahkan sesuai dengan fungsinya. Hansip sebagai rakyat terlatih yang membantu aparat keamanan dalam menanggulangi berbagai permasalahan yang timbul dalam masyarakat.

Wali Kota mengingatkan, bencana alam yang sering dialami masyarakat Kota Pekalongan adalah banjir. Maka, kader hansip harus dapat memberikan bantuan cepat dan tepat.

Dia mengingatkan, dengan kursus itu diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan perlindungan, bantuan serta pertolongan kepada masyarakat dalam menghadapi masalah banjir.

Kursus tersebut diberikan dari Kesbanglinmas Provinsi, Kodim, dan PMI, yang diisi sehari dengan teori dan dua hari praktik di lapangan.(A15-54s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA