| Selasa, 06 Desember 2005 | PANTURA |
RAPBD 2006 Dinilai Belum Penuhi Harapan MasyarakatTEGAL - Rancangan APBD 2006 yang belum lama ini diajukan Pemkot Tegal dinilai belum memenuhi harapan masyarakat. Sebab, porsi anggaran pembangunan tidak berbeda jauh dari anggaran (rutin) untuk gaji pegawai. Penilaian tersebut dikemukakan dalam acara tatap muka DPRD Kota Tegal dengan perwakilan warga Kecamatan Tegal Selatan di ruang rapat paripurna DPRD, Sabtu (3/12) lalu. "Anggaran tahun ini masih belum berpihak pada masyarakat. Buktinya, sebagian besar dana habis hanya untuk belanja rutin," kata Fauzan Jamal, tokoh parpol asal Kelurahan Debong Tengah. Hadir dalam acara itu Ketua DPRD HA Ghautsun dan masing-masing ketua dan wakil ketua komisi. Sedangkan dari warga Kecamatan Tegal Selatan hadir Camat Roes Prasodjo dan 40 orang perwakilan warga (para ketua RW dan lurah). Fauzan menegaskan, anggaran untuk pelayanan publik yang dicantumkan dalam RAPBD itu memang terlihat besar, yaitu Rp 186 miliar. Namun, jika dicermati, ternyata angka tersebut hanyalah pengalihan (karena ada gaji pegawai yang dimasukkan dalam pos itu). Dia mengacu pada anggaran gaji pegawai yang "hanya" Rp 47 miliar. Jumlah tersebut jauh lebih kecil daripada anggaran tahun lalu yang tercatat Rp 97 miliar. "Namun jika dicermati, anggaran gaji guru, pegawai unit kerja bidang kesehatan, dan tenaga penyuluh lapangan sebesar Rp 56 miliar masuk dalam anggaran belanja publik atau pembangunan," katanya. Yaman, warga Kelurahan Randugunting, mempertanyakan APBD yang membengkak. "Kenapa bisa sampai defisit Rp 35 miliar," tanya dia. Dia mengusulkan agar anggaran yang tidak perlu dikurangi untuk mengurangi defisit. Porsi yang Adil Sementara itu Ketua DPRD HA Ghautsun mengatakan, defisit terjadi disebabkan beberapa faktor. Antara lain, masuknya pos baru untuk menambah gaji pegawai - yang akan naik Januari tahun depan - sebesar Rp 6,3 miliar. Selain itu, kenaikan harga BBM yang disusul dengan kenaikan berbagai harga barang pada awal Oktober lalu, menyebabkan anggaran makin membengkak. M Toyib, dari Kelurahan Randugunting, menanyakan organisasi yang mendapat bantuan APBD. Organisasi itu, antara lain, Dewan Kesenian, Dewan Pendidikan, KNPI, dan PWI. Caryo Afandi, warga Kelurahan Debong Tengah, menanyakan anggaran yang dibelanjakan untuk Kecamatan Tegal Selatan. Menurutnya, sebagai kecamatan termuda, Tegal Selatan patut mendapat prioritas. "Apalagi wilayah itu paling potensial menjadi pusat pengembangan kota, karena wilayah utara sudah mencapai titik jenuh. Saya juga ingin menanyakan pembangunan untuk beberapa kelurahan, yang membutuhkan rehab, seperti Kelurahan Debong Tengah," katanya. (H16-58) |