| Selasa, 06 Desember 2005 | PANTURA |
Pencuri Meteran PDAM di Brebes Juga Pernah Melakukan di TegalTEGAL - Cacat tangan yang disandang Jamal Respali (30) rupanya mendatangkan rasa iba warga sebuah RT di Kampung Cepaka, Kelurahan Kejambon, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal. Jamal pun dilepas saat belum lama ini diduga akan mencuri meteran ledeng. Pada waktu itu, tersangka yang tangan kirinya buntung, berada tidak jauh dari meteran ledeng di rumah seorang dokter spesialis syaraf di Kota Tegal. Namun sayang, kebaikan hati masyarakat itu disalahgunakan oleh Jamal. Pada Senin (5/12) kemarin, dia tertangkap basah saat mencuri meteran ledeng di Brebes. Sebagaimana pernah diberitakan, setidaknya sekitar 200 meteran ledeng di Kota Tegal dijarah pencuri. Salah satu korban adalah seorang pejabat Polresta Tegal. Pencurian mulai marak awal November lalu. Direktur PDAM Kota Tegal H Hendry Purwanto SE MM membenarkan, tersangka yang berciri tangan buntung pernah ditangkap warga Cepaka. Ketika itu, petugas PDAM datang ke lokasi untuk melihat tersangka. Namun, tersangka sudah dilepas. Alasannya, tersangka pada saat itu baru dicurigai akan mencuri. Warga Kampung Cepaka melepas tersangka atas dasar pertimbangan kemanusiaan. "Di Brebes, dia tertangkap basah," katanya. Profesional Mestinya, kata Hendry, setelah kejadian di Cepaka itu Jamal sadar. Sayang, dia mengulangi perilaku buruknya dan kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut di hadapan petugas Polres Brebes. Dikatakan, sejak pencurian meteran ledeng marak pihaknya membentuk tim operasi untuk menangkap pencurinya. Mereka bekerja siang malam. Setelah tim disebar di lapangan, belakangan ini pelaku tampaknya merasa tidak aman lagi beraksi di Tegal. Buktinya, tingkat pencurian meteran ledeng di kota tersebut merosot drastis. Padahal, pada awal November lalu banyak orang melapor tentang pencurian meteran. Sehari bahkan pernah ada 15 pelapor. Dia tidak bisa memastikan, apakah Jamal pemain tunggal atau punya jaringan. Yang jelas, kata dia, Jamal tampaknya sudah profesional dalam mencuri meteran. Dalam menjalankan aksinya, dia membawa alat khusus bernama "niptang" untuk mengambil meteran. Dia juga membawa alat tertentu untuk menyumbat pipa, sehingga ketika meteran dicuri airnya tidak mengalir.(aj-58) |