| Selasa, 06 Desember 2005 | PANTURA |
Satu Lagi, Pasien DBD MeninggalTEGAL - Aditya Sadila Widodo (5), warga Jalan Kapten Sudibyo No 8 RT 2 RW 3, Kota Tegal - putra pasangan Bambang Priyo Widodo (35) dan Diana (27) - meninggal Minggu (4/12) lalu di Rumah Sakit Umum Islam (RSUI) Harapan Anda di Jalan Ababil, karena terserang DBD (demam berdarah dengue). Sehari sebelumnya Dina Annisa (3), warga Jalan Ketilang RT 3 RW 1 Kota Tegal, meninggal akibat penyakit yang sama. Menurut dokter Dwi Anik ES SpA, Aditya dibawa ke RSUI pada Minggu (4/12) pukul 05.35 dan meninggal pada hari yang sama pada pukul 16.15. "Pasien datang dalam kondisi panas memasuki hari keempat, penurunan kesadaran atau ensefalopati, disertai diare," katanya. "Kemudian, dalam kunjungan yang dilakukan dokter spesialis anak dokter Trimulya SpA pada pukul 07.00, kondisi pasien masih panas. Sebelum dibawa ke sini, pasien sempat dibawa ke dua dokter umum di wilayahnya," tambahnya. Pada siang hari, suhu tubuh pasien tambah panas. Dia mengalami kejang dan trombositnya menurun hingga 18.000 mikro meter. Terjadilah perdarahan lambung. Pasien dibawa ke ICU sekitar pukul 14.30. Kasus DBD yang dialami Aditya, kata Dwi Anik, termasuk kasus bukan klasik. "Kasus DBD yang dialaminya dibarengi diare. Anak itu menderita penyakit yang mekanisme kerjanya saling menjelekkan," tutur dia. Kedua penyakit itu ditandai dengan keluarnya cairan dari tubuh penderita. Yang satu karena diare, dan satunya lagi karena kebocoran pembuluh darah akibat DBD. Penanganannya cukup sulit. Meningkat Data rekam medik RSUI Harapan Anda menunjukkan, antara Januari 2006 dan 4 Desember 2006 lalu terdapat 266 kasus DBD yang ditangani. Dan 162 kasus dari Kota Tegal. Dokter Dwi Anik berharap masyarakat mencegah munculnya kasus DBD dengan melakukan pencegahan lewat 3M. "Kasus DBD yang ditangani RSUI Harapan Anda cenderung meningkat dari bulan ke bulan," ujar dia. Apalagi, memasuki musim penghujan seperti saat ini, nyamuk aedes aegipty (penebar virus DBD) makin berkembang biak. "Nyamuk jenis itu memilih medium wadah keras, bukan lumpur dengan air bersih," ucap dia.(lei-58) |