| Selasa, 06 Desember 2005 | OLAHRAGA |
JeepneySusahnya Cari Boneka MaskotSUSAHNYA mencari boneka maskot SEA Games XXIII/2005. Inilah yang dialami beberapa atlet bola voli, angkat besi dan tinju. Hal yang sama dialami juga oleh atlet sepak bola. Mereka selama ini bertanding di Bacolod, kota yang harus dicapai dengan penerbangan selama 1 jam 30 menit dari Manila. Bacolod juga kota kecil saja. Kalau di Indonesia hampir sama dengan Tegal ataupun Purwokerto. ''Di sini bete banget. Kita hanya maru (makan dan turu-red). Jengkelnya lagi cari maskot tidak pernah dapat. Ini berarti yang dapat medali saja yang dapat maskot. Kita tidak dapat,'' ujar Dwi Sari Iswarini pebola voli putri. Voli putri Indonesia memang tidak mendapatkan medali apa pun.(*-22) Sekali Bingung Tetap Bingung SEKALI bingung tetap bingung. Barangkali inilah semboyan para atlet Indonesia yang sedang berlaga di Filipina. Tentu tidak terkecuali atlet-atlet yang bertanding di Bacolod. Mereka tetap tidak sadar ketika mencegat taksi. Pikirannya aturan lalu-lintas Filipina sama dengan Indonesia. Nyatanya jelas berbeda. Penyeberang selalu harus di sebelah kanan. Posisi stir mobil juga di sebelah kiri. Mobil berjalan dalam lajur kanan. Jadi kalau mencegat taksi juga harus di bahu kanan jalan. ''Pokoknya sekali bingung tetap bingung. Saya hampir terserempet tiga kali. Masalahnya saya selalu menanti taksi di sebelah kiri. Peraturan di sini kan berhenti harus di kanan. Saya tetap saja tidak hapal,'' ujar striker Agus Indra.(*-22) Sopir Taksi Juga Heran DIA biasa dipanggil Pedro. Pekerjaan sehari-harinya adalah sopir taksi. Pekerjaan tambahannya menawarkan jasa bagi penumpangnya yang membutuhkan 'kehangatan'' di Manila. Tidak sekadar itu, pria yang posturnya mirip orang Amerika Selatan ternyata juga paham perkembangan olahraga Indonesia. ''Saya heran. Kenapa sekarang Indonesia sangat jelek sekali. Mengapa kalah dari Malaysia. Biasanya Indonesia kan selalu bagus. Anda tidak sedih dengan prestasi atlet Anda?,'' ujarnya. Pedro mengakui kalau Indonesia sangat bagus saat SEA Games 1991 di Manila. Atlet-atlet Merah Putih tidak dapat mengulangi prestasi itu lagi pada SEA Games kali ini. ''Mestinya Indonesia kuat. Penduduknya kan banyak. Masa kalah dari negara kecil-kecil,'' tegasnya. (*-22) |