logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 06 Desember 2005 BANYUMAS
Line

Srambi, Tempat Terindah bagi Anak

SETELAH sukses mengembangkan MI dan SMP Istiqomah Sambas di Purbalingga, Eling Purwoko berniat mendirikan Sambas Rumah Bermain (Srambi) di Purwokerto. Pengusaha murah senyum itu akan menjadikan Srambi pusat pendidikan dan pengembangan anak usia dini. ''Sekolah harus menjadi tempat terindah bagi anak,'' tuturnya.

Mengapa? ''Sebab, suasana bermain yang menyenangkan akan memacu kreativitas serta menumbuhkan kemandirian dan rasa percaya diri anak. Dengan demikian, berbagai potensi anak pun berkembang secara optimal,'' kata Eling, mengutip pendapat Kak Seto, pemerhati anak.

Srambi yang akan dibuka tahun 2006 itu berada di Jalan Kesatrian 58. Direktur Srambi Darwis Darmadji menyatakan menerima anak usia satu-enam tahun. Mereka masuk enam sentra yang berbeda sesuai dengan umur masing-masing, yaitu sentra ibadah, bermain peran, seni budaya, bahan alam dan sifat cair, balok, dan persiapan.

''Di setiap sentra, anak akan mengeksplorasi potensi diri. Misalnya, di sentra balok anak-anak berusia tiga-enam tahun bermain balok. Permainan itu membantu mengembangkan potensi kecerdasan matematika dan sains serta memecahkan masalah dan kestabilan perkembangan emosi,'' kata Darwis.

Srambi tak hanya taman bermain dan taman kanak-kanak, tetapi juga taman bagi anak berusia satu-dua tahun, tempat penitipan anak, dan klub terapi. Pelayanan klub itu berupa konsultasi medis dengan dokter spesialis saraf anak, psikolog anak, fisioterapi okupasi, dan sumber informasi dunia anak berkebutuhan khusus.

Studi Kasus

Fasilitas pendidikan yang tersedia antara lain lahan pertanian, peternakan, perpustakaan, ruang video, ruang kesehatan, kolam renang, ruang tidur, arena bermain multiguna, dan kamar mandi khusus. Adapun program unggulan berupa memasak, berkebun, senam otak, kemah keluarga, pendidikan orang tua, dan belajar studi kasus.

Srambi didukung Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah Departemen Pendidikan Nasional. Lembaga itu juga menggandeng para mitra dari Jakarta. Misalnya, Yayasan Yarsi yang bergerak di dunia taman anak berusia satu-dua tahun, taman bermain, dan TK, serta Yayasan Qolbun Salim, Neno Education Care, dan TKMI Istiqlal.

''Alat permainan di lembaga ini properti dari PT Chateda Group, pembuat interior educative toys dari Jakarta dan Edu-World Service, pembuat mainan pendidikan usia dini standar internasional yang berpusat di Selangor, Malaysia,'' ujar Darwis.

Buckminster Filler, pemerhati pendidikan anak, menyatakan setiap anak dilahirkan sebagai jenius. Namun manusia menghabiskan enam tahun pertama masa hidup anak untuk membuat mereka menjadi orang tidak jenius. ''Jadi jika dalam enam tahun pertama otak anak tidak dikembangkan, otak itu akan mengecil dan mati,'' katanya.

Kini, Srambi mendidik para calon guru di SMP Istiqomah Sambas, Purbalingga. Mereka juga akan disekolahkan di sejumlah TK dan taman bermain unggulan di Jakarta. Dengan harapan, kelak lembaga itu bisa menjadi pusat pembelajaran bagi para guru TK di Jawa Tengah. (Arief Noegroho-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA