| Kamis, 01 Desember 2005 | SALA |
Produk Industri Kecil Kota Batu Laku KerasSERENGAN-Masyarakat berlega hati setelah gembong teroris Dr Azahari tewas dalam suatu penggerebekan di Kota Batu, Jatim. Namun yang lebih bergembira atas peristiwa tersebut adalah para pengusaha industri kecil di kota tersebut karena produknya laku keras. ''Produk industri kecil Batu laris sejak Dr Azahari tewas. Beberapa makanan dan minuman khas habis diborong para wisatawan yang datang pascapenggerebekan itu,'' kata Selfianingsih, Kepala Bidang Program Dinas Pariwisata Pemerintah Kota Batu, Selasa lalu. Ditemui seusai pameran misi dagang Pemerintah Provinsi Jatim di Hotel Indah Palace Solo, Selfianingsih menyebutkan Kota Batu sebenarnya sepi meski daerahnya menarik dan sejuk. Kota yang baru berusia empat tahun itu tiba-tiba dikenal masyarakat dunia setelah Dr Azahari otak berbagai kasus bom ditembak polisi di kota itu. ''Sejak menjadi pemerintah kota Batu belum begitu dikenal oleh masyarakat di luar Jatim. Namun setelah Azahari digerebek dan tewas di sana (Kota Batu) dikenal tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia,'' ujarnya. Pasca penggerebekan yang menewaskan gembong teroris itu masyarakat berbondong-bondong berkunjung ke kota tersebut. Kewalahan ''Kehadiran masyarakat yang ingin melihat lokasi persembunyian Azahari membuat Kota Batu dikenal. Tidak hanya itu, produk industri kecil berupa makanan dan minuman juga ludes dibeli wisatawan domestik,'' tambahnya. Jika sebelumnya stok produk industri kecil menumpuk, maka sejak itu kewalahan menerima pesanan dari berbagai daerah. Produk industri kecil itu antara lain minuman sari buah apel, stroberi, sirsak, serta makanan ringan berupa keripik apel dan nangka. ''Jenis minuman dan makanan itu kini mulai dikenal masyarakat di luar Jatim,'' jelasnya. Misi dagang tersebut dilanjutkan ke Yogyakarta. Ketua Rombongan Rudy Priyanto dari Dinas Pariwisata Jatim mengatakan kegiatan itu diikuti enam daerah, yaitu Kota Batu, Kota Malang, serta Kabupaten Malang, Situbondo, Bondowoso, dan Ponorogo. Produk yang dipamerkan lebih banyak terkait dengan industri pariwisata. Antara lain makanan, minuman, dan cenderamata. Kepala Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Surakarta Febria Roekmi menyebutkan kunjungan kali pertama misi dagang Pemerintah Provinsi Jatim itu merupakan promosi wisata. (sri-42,27) |