| Kamis, 01 Desember 2005 | WACANA |
Surat PembacaPesanan di RM ''Ilham''Setelah membaca iklan rumah makan/pemancingan RM 'Ilham' di tugu batas kota Brajan, Klaten Selatan, kami berombongan tergelitik untuk mencobanya beberapa waktu lalu. Kami mencari tempat agak luas agar bisa berkumpul bareng dan pesan menu khusus untuk minuman yang disajikan dalam bentuk teko. Sekitar 1 jam makanan belum datang, hingga kami konfirmasi ke petugas. Sampai pukul 19.30 makanan belum datang juga padahal anggota keluarga yang kecil-kecil sudah tertidur. Saat tanya ke petugas pesanan menu, disuruh bertanya ke petugas pengantar pesanan dan seterusnya ke ke kasir. Bayangkan, bila tidak menanyakan pesanan setelah lama menunggu, apakah kami mau disuruh menunggu sampai RM tutup. Akhirnya kami membatalkan pesanan. Tetapi sebelum pulang kami melihat keluarga yang datangnya belakangan telah menikmati pesanannya terlebih dulu. Padahal petugas menyatakan, pelayanan diurutkan dari yang datang paling awal. Kami kecewa, kami yang berombongan 20 orang dirugikan. Kami hanya ingin berbagi pengalaman Bagaimana Bapak H Syamsir ? Iwan Tri Putranto Jl Tambra Dlm Utara 23, Semarang *** Berkedok Tabungan Saya salah satu peserta "Kerja sama bagi hasil" dengan sistem penanaman modal berjangka. Saya menanam modal untuk jangka 3 tahun terdiri dari dua surat perjanjian terhitung sejak 3 Mei 2002 s.d 24 Mei 2005 dan 3 Juli 2002 s.d 24 Juli 2005 dengan nilai nominal Rp 3 juta dan Rp 5 juta. Dalam surat perjanjian disebutkan, "keamanan modal ditanggung 100% pihak pengelola modal" (kopi terlampir). Sampai bulan keempat, pembayaran bunga tepat waktu, tetapi setelah itu sama sekali tidak ada. Bahkan setelah jatuh tempo 24 Mei 2005, modal saya tidak dikembalikan hingga sekarang. Pengelolanya PT Lima Utama Abadi berkantor pusat di Jl Raya Ngemplak 230 PO Boks 8 Perak Jombang Jatim dengan pendaftaran Menkeh dan HAM RI No 0-7 432.HT.01.01/2001. Untuk wilayah Semarang, yang bertanggung jawab menandatangani surat perjanjian Sdr Bambang Susilo, Jl Badermas I RT 1/RW 2 Kuningan, Semarang telp (024)3569859. Namun Sdr Bambang tidak mau mengembalikan modal saya. Saya sudah berusaha menagih tetapi tidak berhasil. Mengingat saya hanya rakyat kecil, mohon Bapak Kapolda Jateng membantu menyelesaikan secara hukum, atau siapa pun yang mau membantu. Endang Susilowati Jl Pringgading III/9, Semarang *** Jasmerah Jasmerah bukan baju tetapi singkatan judul pidato kenegaraan Bung Karno selaku presiden RI pada era tahun 60-an. Arti Jasnmerah adalah jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Bung Karno sebagai orator memang hebat, pemberani. Walau sebagai negara miskin, demi kehormatan bangsa berani menentang PBB, badan dunia yang dinilai tidak adil. Indonesia keluar sebagai anggota PBB. Berani mengadakan konfrontasi dengan Malaysia yang dianggap antek neokolonialisme bonekanya Inggris. Terlepas apakah politik luar negeri yang demikian salah atau benar menurut pandangan masa kini, tetapi yang pasti demi kehormatan bangsa, Bung Karno tidak mau ditekan oleh kekuatan negara asing. Bahkan Bung Karno disegani dan dihormati oleh negara-negara Asia dan Afrika. Keteladanan demikian dicatat dalam sejarah yang perlu diikuti oleh generasi sekarang. Kesan, kita sudah meninggalkan sejarah. Peringatan hari Sumpah Pemuda tak ada gaungnya, walau punya Departemen Pemuda dan Olah Raga. Tanggal 28 Oktober 1928 para pemuda yang mewakili berbagai daerah melahirkan tekad satu nusa satu bangsa satu bahasa Indonesia. Hari yang bersejarah tidak bergaung justru di saat benih-benih perpecahan tumbuh. Aceh mau merdeka, Papua mau merdeka. Otonom daerah walau tujuannya baik menimbulkan dampak psikologis. Daerahku daerahku, daerahmu daerahmu. Masalah Aceh belum tuntas, Papua sudah punya MPR sendiri, tokoh-tokoh RMS masih berkeliaran. Bahkan pernah muncul wacana provinsi dijadikan negara bagian sebagai bentuk negara federal. Semua itu akibat orang melupakan sejarah. Memang tidak ada hukum buatan manusia yang abadi. Setiap generasi bisa saja mengubah bentuk negara. Tanggal 10 November sebagai peringatan hari pahlawan, dilewatkan begitu saja, kecuali TNI/Polri pasti memperingati. Padahal semangat jiwa kepahlawanan para putra bangsa yang gugur dalam perjuangan melawan penjajah. Rela berkorban jiwa demi negara kesatuan RI perlu dimiliki oleh seluruh generasi bangsa. Orang boleh tidak suka dengan sistem pemerintahan orde lama pimpinan Bung Karno, tetapi mari tidak melupakan sejarah. Semoga Indonesia tetap jaya dalam bingkai negara kesatuan RI. Sudarjo Jl S Parman 61, Purwokerto *** Pelecehan di PO Safari Tanggal 7 November 2005, kami sekeluarga pulang mudik dari Jakarta ke Semarang dengan naik bus VIP Safari. Pada saat bus berhenti di Sukamandi pukul 20.00, istri saya pergi ke toilet bus dan berpapasan dengan sopir pengganti. Dia senyum ke istri saya dan tiba-tiba tangannya mencoba mencolek tapi secara refleks istri saya ganti menamparnya. Kesimpulan, sopir tersebut secara sengaja mencoba melakukan pelecehan terhadap istri saya/kaum hawa. Bila dia tidak sengaja pasti akan meminta maaf sebagai pertanggungjawaban terhadap etika moral. Pertanyaan pada PO Safari, bagaimana bisa punya karyawan yang beretika moral seperti itu. Bagaimana menjamin kepuasaan penumpang bila karyawan yang seharusnya memberikan servis malah melakukan pelecehan. Bagaimana cara mendidik SDM dan sanksi apa yang akan diberikan bila terjadi penyimpangan kerja dan merugikan orang lain. Peristiwa tersebut membuat saya lebih berhati-hati memilih PO Antonius Utoro Jl Payung Asri Brt IX/48, Semarang *** Gus Dur, Maafkan Saya Pada tanggal 21 April 2005 saya memaketkan jimat Sabuk Pengaman bermerek aspirasi untuk Gus Dur. Bila jimat tersebut dipakai, Insya Allah DPP PKB hasil Muktamar II Semarang akan aman dan konflik pun berakhir. Sayangnya jimat itu tidak dipakai hingga akhirnya, konflik terus berlanjut dan berlarut-larut. Saya jadi 'curiga', apakah yang kiriman saya temangsang/tersangkut di kantor pos atau disimpan orang lain sebab mustahil beliau menerima langsung. Atau sudah diterima tapi beliau tidak berkenan. Mohon yang ''menyimpan'' paket saya segera menyampaikan ke beliau. Mungkin masih belum terlambat untuk dipakai demi masa depan PKB. Namun kalau memang sudah diterima tetapi beliau tak berkenan, maka ''Gus Dur, maafkan saya''. Yusri Amir Hamzah Bumirejo Rt 3/Rw 5, Kebumen *** Narkoba, AIDS dan Kita Narkoba adalah perusak generasi yang sangat bahaya. Semua negara memerangi. Walau begitu produksinya sangat besar dan limpahannya masih lolos dari petugas bea cukai. Terlebih, Indonesia juga pasar potensial. Kerja keras polisi dan masyarakat belum sepenuhnya bisa mengatasi. Pemuda dan remaja yang haus cinta kasih dan gagal mencapai jatidiri menjadi korban. Mereka memang bisa diperbaiki, tetapi menjadi sulit bila sudah terjebak HIV/AIDS. Suntik narkoba sangat berisiko menularkan HIV/AIDS tapi ironisnya penularan lewat cara ini justru meningkat drastis. Tanggal 1 Desember ini adalah hari AIDS sedunia. Hari untuk mengkaji seberapa jauh kita terancam HIV dan apa yang telah kita lakukan. Diperkirakan ratusan ribu orang telah tertular dan kita tak tahu karena fase awal hingga 5 tahunan tidak memberi gejala. Bagi yang pernah menyuntik narkoba, seks dengan PSK dan homoseks, kami menyediakan fasilitas gratis konseling dan tes. Kegiatan ini dilayani dokter, sahabat yang peduli, simpatik serta disumpah untuk melindungi rahasia klien. Untuk mereka yang ingin lepas, kami siap membantu. Kami bisa menjadi sahabat sejati. Bagi yang pernah terjerat dan atau peduli, mari bersama membantu mereka menemukan jati diri dan menghindarkan dari penyakit ini. Kegiatan ini tak bertendensi komersial dan bebas SARA atau politik apapun. Silakan hubungi kami, Budi Husada Haarm Reduction Jl Raden Patah 275 Semarang telp 7077 9010/3520056/081 2281 3105. Email: blaksono@hotmail.com. Telepon kami atau kami telepon Anda, datang ke kami atau kami datangi ke Anda. Direktur Dra Peni Laksono |