logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Desember 2005 NASIONAL
Line

Upaya BIN Susupi Kelompok Islam Sama dengan Langkah Orba

JAKARTA - Upaya penyusupan Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap kelompok Islam radikal setali tiga uang dengan tindakan Orba dahulu. Rencana BIN itu lebih mengedepankan pendekatan keamanan.

"Saya tidak setuju dengan rencana BIN. Ini sama saja dengan yang dilakukan Orba. Kalau rencanaitu dilakukan, berarti lebih mengedepankan security approach," ungkap pengamat dari International Center for Islam and Pluralism Syafii Anwar, Rabu (30/11).

Menurut saran Syafii, seharusnya BIN hanya memonitor. Karena jika sampai melakukan penyusupan, akibatnya akan menimbulkan radikalisme baru. "Monitoring sih boleh. Namun, menyusupi kelompok radikal akan memancing radikalisme baru. Menyusupi itu akan menjurus ke arah kekerasan," tegas Syafii.

Dia menyebutkan, soal teror bom yang melanda Indonesia adalah akibat ketidakadilan global. "Contohnya kejadian di Palestina. Hal itu akan menimbulkan solidaritas antarumat Islam," ujarnya.

Lebih lanjut Syafii mengungkapkan, ketidakadilan global tersebut seharusnya dilawan dengan cara yang cerdas. Sebab akar dari terorisme, adanya paradigma yang salah yang dipahami kelompok-kelompok itu.

"Pelaku-pelaku teror telah melalui proses ideologisasi karena mereka merasa ada penganiayaan terhadap dirinya dan sesamanya. Ada juga faktor-faktor ekonomi."

Mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga mengecam rencana penyusupan anggota BIN terhadap sejumlah organisasi Islam tertentu di Indonesia. Menurut pandangannya, penyusupan itu hanya dapat dilakukan intel. "Ya, jelas dalam bentuk penyusupan itu infiltrasi hanya intel yang bisa melakukannya," ucap Gus Dur di Universitas Paramadina Jalan Gatot Subroto Jakarta. (dtc-60j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA