| Kamis, 01 Desember 2005 | MURIA |
Hasyim Muzadi di Muskercab PCNU Jepara"Pengurus Suka Jadi Juragan NU"RIBUAN warga nahdliyyin memenuhi lantai dasar dan lantai II Kantor Pengurus Cabang (PC) NU Jepara di Jalan Pemuda 51 Jepara, dalam acara Pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) Pengurus PC NU masa khidmah 2005-2010, Rabu (30/11). Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum PB NU KH Hasyim Muzadi, Ketua PW NU Jateng KH Muhammad Adnan, ulama khos Jepara KH Shobib, Bupati Jepara Drs H Hendro Martojo MM, serta para pengurus syuriah dan tanfidziyah PC NU Jepara. Sebagai pembicara kunci, Hasyim Muzadi tak henti-hentinya memberikan pengarahan, dan sesekali "mencambuk" para pengurus. Mulai masalah kepemimpinan, moral, idealisme, dan bahkan militansi. Hasyim menyebut krisis kepemimpinan sebagai bahan koreksi bagi para pemimpin saat ini dalam institusi apa pun. "Di Indonesia saat ini banyak ditemukan 'sapi-sapi yang lapar' dan 'sapi-sapi yang makan roti'. Ini tidak boleh dibiarkan," kata Hasyim. Ya, menurutnya, bukan salah sapi hingga bernasib dan bertingkah seperti itu, melainkan para penggembalanya yang kurang atau tidak sama sekali memberikan perhatian. "Ibarat wong angon, para pemimpin saat ini banyak yang membiarkan umat atau rakyatnya telantar," jelasnya. Ormas NU, kata dia, selalu dihadapkan pada tantangan tersebut. "Harus berani mengakui, bahwa NU saat ini yang kuat adalah jamaah(kultur masyarakat)-nya, bukan jamiyyah (lembaga struktural)-nya," lanjutnya. "Banyak kader yang hanya menjadikan NU sebagai batu loncatan untuk mengejar kepentingan pribadi di dunia politik. Ini terjadi karena pengurus lebih mencintai jabatan (hubb al jaah) dari pada menjadi pelayan umat (al khidmah). Banyak pengurus yang suka menjadi juragan NU dari pada menjadi pelayan umat," katanya. Kepada pengurus baru, ia berharap mampu menjaga idealisme. Kekuatan ekonomi akan menjadi penopang idealisme kader. "Khusus dalam hal perjuangan, idealisme memang sulit diberikan kepada orang miskin," katanya. (Muhammadun Sanomae, Sukardi-61) |