| Kamis, 01 Desember 2005 | MURIA |
Ribuan Ikan dan Kerang MatiSungai Dresen Diduga TercemarREMBANG- Petani tambak di Desa Purworejo dan Desa Tasikharjo, Kecamatan Kaliori, menduga Sungai Dresen yang bermuara ke Laut Jawa telah tercemar. Sebab, kata para petani tambak di dua desa tersebut, dalam dua hari belakangan mendapati ikan, kepiting, dan ular di sepanjang sungai tersebut mati dalam jumlah cukup banyak. Bahkan, di muara laut dan sepanjang Pantai Tasikharjo, warga menemukan ribuan kerang yang mati dengan cangkang telah terbuka. Warga menduga kejadian tersebut ada kaitan dengan kecelakaan truk tangki B-9326-JG yang terperosok di sebuah tambak di Desa Purworejo, beberapa hari lalu. Setelah kejadian tersebut, ribuan nener (benih bandeng) dan benur (benih udang) di tambak tempat truk tangki tersebut terperosok ditemukan mati. Oleh pemilik, akhirnya air tambak yang terkena tumpahan bahan kimia dibuang ke sungai. Sanyoto (33), salah seorang pemilik tambak Desa Purworejo yang berbatasan dengan tambak milik warga Juana menuturkan, setelah air tambak dibuang, di permukaan air sungai tampak ada cairan bening, lengket, dan berbau wangi. Dia juga menyatakan selain itu, semak dan rumput yang berada di pinggir sungai itu terlihat berwarna hitam seperti terbakar. "Warga hanya menduga pencemaran itu disebabkan bahan kimia yang bocor dari truk tangki. Karena banyak ikan di sungai yang mati, warga sampai saat ini belum berani memanfaatkan air sungai ke tambak. Mereka takut benur dan nener yang baru disebar seminggu lalu turut mati," paparnya. Rasiban (47), salah seorang warga Desa Purworejo lain mengatakan, kejadian seperti ini baru sekali dialami oleh petani tambak di Desa Purworejo dan Tasikharjo. "Sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini. Apalagi sampai ada ikan, ular, kepiting, dan kerang yang mati dalam jumlah banyak." Dia mengharapkan dalam beberapa hari ini akan ada hujan yang bisa menawarkan air sungai. Selain itu, dia juga mengharapkan dinas dan instansi terkait melakukan penelitian terhadap Sungai Dresen tersebut. Sebab, air Sungai Dresen digunakan untuk mengairi puluhan hektare tambak di dua desa itu. Hingga kemarin belum ada instansi ataupun dinas yang mendatangi lokasi sungai yang diduga tercemar tersebut. "Kami mohon secepatnya ada penelitian mengenai permasalahan ini," harapnya. Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rembang Ir Wartono, kemarin masih belum bisa dimintai konfirmasi mengenai permasalahan itu. Ketika dihubungi melalui telepon gengamnya beberapa kali, tidak bisa tersambung. (moe-50s) |