| Kamis, 01 Desember 2005 | KEDU & DIY |
8.000 Bidang Tanah Disertifikat GratisPURWOREJO - Sebanyak 33 desa di wilayah Kecamatan Purwodadi, Ngombol, dan Bagelen berkesempatan mengikuti sertifikasi tanah massal secara cuma-cuma yang dibiayai Bank Dunia. Tiga wilayah itu dipilih karena sudah memiliki foto pemetaan tanah yang dilakukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) pusat. Melalui proyek Land Management and Policy Development Program (LMPDP) terdaftar 8.102 bidang tanah yang akan disertifikasi. Untuk keperluan itu, di Purworejo dibentuk tiga tim yang akan menanganinya. Dalam hal ini, Tim Satu menangani wilayah Bagelen, Tim Dua menangani sebagian wilayah Purwodadi, dan Tim Tiga menangani sertifikasi massal di sebagian wilayah Purwodadi dan Ngombol. Ketua Tim Tiga Drs Susanto kemarin mengungkapkan, pendataan tanah yang dilakukan pemerintah sejak tahun 1960 sampai saat ini baru selesai 30%. Karena itu, dilakukan sertifikasi massal seperti yang ditempuh melalui LMPDP. Melalui proyek itu, tuturnya, setiap tim ditarget menyertifikatkan 5.000 bidang tanah. Namun karena pelaksanaannya dimulai sejak September, target itu dipastikan tidak bisa tercapai, jika batas waktunya ditentukan Desember atau paling lambat Januari 2006. ''Seandainya dimulai Januari 2005, saya rasa target 5.000 bidang tanah bisa tercapai,'' tuturnya. Keluhan serupa juga dilontarkan Ketua Tim Dua Drs Soeprapto TH, yang menagani wilayah Kecamatan Purwodadi. Dari 11 desa yang dia tangani, sejauh ini hanya 3.716 bidang tanah yang terdaftar. Dia menyesalkan kalau ada pemilik tanah yang tidak memanfaatkan kesempatan baik itu. Sebab dalam proyek Bank Dunia tersebut, prosesnya lebih cepat daripada sertifikasi tanah pada umumnya. Karena wewenang Kepala BPN Purworejo menjadi wewenang ketua tim, yang menandatangani sertifikat itu juga ketua tim bersangkutan. Dia menambahkan, dalam penyertifikatan tanah LMPDP itu pemilik tidak dipungut biaya sama sekali kecuali menyediakan selembar meterai Rp 6.000. ''Rencananya, Desember ini akan dilakukan penyerahan sertifikat secara simbolis, sedangkan kekurangannya diserahkan Januari 2006,'' katanya, kemarin. Sementara itu, Tim Satu yang diketuai Suradi Hasan SH menangani sertifikasi massal di wilayah Kecamatan Bagelen. Dari lima desa yang ditangani Tim Satu, tercatat 3.650 pemohon. ''Yang jelas, proyek ini memberikan jaminan kepastian dan perlindungan hukum pemilik tanah,'' tuturnya. Kepala BPN Purworejo Ir Sriyono Budi Wihardjo MM sebelumnya menjelaskan, sertifikasi massal itu didanai Bank Dunia Rp 1,65 miliar. Pada tahap pertama tahun ini BPN ditarget untuk menyertifikasi 15.000 bidang tanah. Rencananya proyek itu akan berlangsung lima tahun secara berturut-turut. (yon-16n) |