logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Desember 2005 EKONOMI
Line

Efek Ganda Senyuman bagi Bisnis

Senyumlah sebelum Tersenyum Kena Pajak

UNGKAPAN yang tidak serius ini ternyata mampu menjadi senjata ampuh dalam menjalankan roda bisnis. Setidaknya itulah yang dipegang erat dan menjadi salah satu modal oleh Direktur Utama CV Aneka Ilmu H Suwanto selama ini.

''Jika ada sesuatu perbuatan yang tanpa perlu biaya, sehat, halal, dan dapat membuat orang lain bahagia adalah tersenyum,'' katanya dalam marketing gathering IMA Jateng dalam Smile Marketing di Vina House, Selasa (29/11).

Tentu orang akan bertanya bagaimana sebuah senyuman mampu menjadi modal usaha. Suwanto mengatakan marketers atau tim pemasaran harus mampu membujuk rayu konsumen dengan senyuman sehingga tanpa sadar mereka membeli produk. Pembeli akan merasa senang hati dan merasa terpuaskan oleh produk tersebut.

''Tentunya dengan syarat standar kualitas produk tetap harus diperhitungkan. Oleh karenanya harus dicegah cacat produk maupun cacat pelayanan sampai di tangan konsumen,'' jelasnya.

Dalam acara yang dimoderatori Adi Ekopriyono, Vice President IMA Jateng tersebut Suwanto menegaskan target dari penjualan produk adalah barang menjadi laku. Sedangkan kepuasan konsumen adalah target dari setiap usaha pemasaran. Diharapkan nantinya kepuasan itu mampu menciptakan fanatisme konsumen terhadap suatu produk.

''Dalam mengembangkan usaha saya mengibaratkannya sebagai kereta api. Saya menempatkan tim pemasaran sebagai lokomotif. Dan gerbong-gerbongnya adalah pemilik usaha, pengembangan SDM, produksi, dan lain-lainnya,'' katanya.

Diferensiasi

Dengan demikian, kata dia, tim pemasaran merupakan ujung tombak bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan. Tanpa tim pemasaran yang profesional, maka perusahaan tidak akan mampu berkembang. Pasalnya untuk memperoleh profit dan bersaing dengan perusahaan sejenis tidak akan mampu.

Selain melontarkan senyum, usaha bisa berkembang luas bila mampu melakukan diferensiasi. Sehingga laba yang diperoleh tidak bertumpu pada satu bidang saja. ''Untuk memulai diferensiasi usaha, syaratnya usaha yang utama harus kokoh dulu. Sehingga bila salah satu usaha kurang bisa berkembang maka masih memiliki sumber pendapatan,'' katanya.

Jiwa marketing, kata dia, tidak hanya melulu menjual produk sebanyak-banyaknya. Kemampuan untuk menciptakan pasar baru juga harus dimiliki oleh tim pemasaran. Hal ini merupakan trik proaktif dalam persaingan.

Acara yang digelar rutin bulanan ini didukung oleh Nasmoco, Maritea, Indosat, dan Harian Suara Merdeka. (Moh Anhar-59 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA