| Selasa, 29 Nopember 2005 | BANYUMAS |
Daerah Resapan Terus BerkurangPURWOKERTO - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas Iskandar Arifin menyatakan lahan terbuka yang menjadi daerah resapan air terus berkurang. Sebab, di atas lahan itu didirikan berbagai bangunan. Akibatnya, air hujan tak meresap menjadi air tanah dan terus tetapi mengalir ke sungai. Tak pelak, kawasan itu pun jadi rawan banjir. Salah satu upaya mempertahankan volume air tanah, kata dia, adalah membuat sumur resapan sebanyak mungkin. Bila hujan air masuk ke sumur itu dan meresap ke tanah. Saat ini sangat mendesak membangun sumur resapan. Karena itu Dinas Lingkungan Hidup menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Sumur Resapan. Rancangan itu akan diseminarkan di Baturraden, Rabu (30/11). ''Masukan dari para ahli dan masyarakat akan kami pakai untuk mematangkan konsep peraturan itu,'' katanya. Pembuatan rancangan peraturan itu bukan karena latah mengikuti daerah lain. Dia menyatakan lebih baik mencegah sebelum alam rusak. Jangan sampai terlambat seperti di berbagai kota besar. Dia berencana mengajukan rancangan itu ke DPRD pada masa sidang tahun depan. Dinas Lingkungan Hidup juga memiliki program untuk melindungi mata air, yakni membangun pagar pengaman begitu menemukan mata air bagus. Pagar itu bisa berupa kawat berduri atau tanaman keras, misalnya beringin. Dinas akan meminta warga sekitar menjaga mata air itu. Di tempat itu juga dilarang mendirikan bangunan. Dia mengimbau masyarakat yang membangun kompleks perumahan, perkantoran, dan sekolah tak membuat tembok keliling. Sebagai pengaman lebih baik memakai pagar kawat berduri, lalu di kanan-kiri ditanami bambu kuning atau tanaman lain. (bd-53) |