logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Untuk Kapolda

Saya mohon Bapak Kapolda mengerahkan anak buahnya untuk mengungkap kasus pencurian motor yang pelakunya sudah tertangkap di Polsek Pedurungan Semarang. Kalau pencuri sudah tertangkap, seharusnya motor juga bisa ditemukan, tapi ternyata tidak.

Hal itu mungkin karena tidak ada koordinasi antarpolsek. Saya lapor di Polsek Tembalang, karena motor hilang di depan rumah saya yang masuk wilayah hukum Polsek Tembalang. Tetapi Polsek Pedurungan tidak ditembusi laporan kehilangan tersebut.

Sedang polsek yang menangkap pencuri motor merasa tidak berwenang dan kurang kuat menggerebek penadah dan barang hasil curian karena mereka berdomisili di wilayah yang berbeda. Saya tidak ingin pencurinya ditembak atau disiksa.

Hanya berharap motor saya dan motor korban curian lain ditemukan kembali sehingga khususnya Semarang, tidak aman bagi para pencuri motor karena mereka ditumpas sampai sampai ke akar dan jaringannya.

Dian Eko Susanti
Tulus Harapan Blok C 2/7, Semarang

***

Travel Semarang-Klaten

Saya kuliah di Unika Semarang dan kos dekat kampus. Jadwal kuliah kebetulan bisa dipadatkan hari Senin hingga Kamis (siang) hingga usai kuliah terakhir seringnya langsung pulang ke Klaten. Untuk transportasi, bus Semarang-Solo dan rute Solo/Kartasura-Klaten cukup baik.

Namun untuk travel rute Semarang-Klaten pp sampai kini belum ada. Akibatnya saya harus turun Solo dan oper lagi ke Klaten. Mohon pemilik jasa angkutan membuka rute Semarang-Klaten pp dengan frekuensi 3x sehari (pagi, siang, dan sore).

Sebagai masukan, awalnya tidak harus dari Klaten, bisa juga dari Solo atau Yogyakarta, melintas Kota Klaten untuk mendapatkan penumpang lewat agen, kemudian menuju Semarang dengan melintasi Tulung-Jatinom.

Untuk tingkat isian penumpang, saya memprediksi di atas 75% setiap harinya, karena banyak pengelaju dari Klaten ke Semarang.

Pradana Saktya Adi
Jl Setiabudi Gg Coklat 40, Klaten

***

Pemikiran Kwik Kian Gie

Tidak bisa dipungkiri Kwik Kian Gie adalah ekonom andal di negeri ini. Pemikirannya cemerlang terutama soal BBM.

Bila tidak salah sudah 3 artikel hasil pemikirannya antara lain ongkos produksi BBM yang sebenarnya sangat murah (sekitar Rp 550/liter).

Jadi kalau harga harga minyak dunia 70 dolar/barel atau Rp 1.600/liter minyak mentah, dengan ongkos produksi Rp 550, harga jual Rp 2.400/liter, sudah untung. Tapi kenapa hasil pemikiran beliau tidak pernah terpakai. Padahal hasil pemikirannya juga untuk bangsa dan negara.

Hasil produksi minyak dalam negeri bisa dengan harga murah, sisa produksi yang mentah diekspor untuk tambahan devisa negara yang lagi melarat. Bagaimana pun pemerintah harus selalu mendapat sumbangan pemikiran positif dari semua pihak, terlepas dipakai atau tidak.

H Erlangga Chandra
Ngalian Rt 8/Rw 2 Banyudono, Boyolali

***

Kasus SMA 3 Semarang

Tulisan ini saya tujukan ke Bapak Wali Kota Semarang sebagai pengadil/pembuat keputusan yang benar dan tepat atas kasus di SMA 3. Saya sebagai anggota masyarakat berkesimpulan ada dendam dari mantan kepala sekolah dan kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang dalam masalah ini.

Kepala dinas berlaku tidak adil dan tidak etis saat memutasi 9 guru SMA 3. Saya setuju bahwa demo merupakan pilihan terakhir untuk mengekspresikan ketidaksetujuan, namun bukan barang haram. Ini yang dilakukan para siswa yang didukung 9 guru tersebut.

Saya dengar telah dilakukan cara persuasif untuk menyampaikan ketidaksetujuan, misal pengadaan komputer, namun kasek rupanya kurang merespon. Jadi demo bagi siswa dan guru merupakan pilihan terakhir yang tujuannya untuk menciptakan suasana kondusif dan sehat. Demonya berjalan tertib dan tidak merusak serta dilindungi UU.

Juga mungkin ada kabar mantan kasek diperpanjang masa jabatannya karena secara rutin memberikan 'upeti' kepada atasannya yang berasal dari sebagian sumbangan orang tua siswa yang mencapai Rp 2,5 miliar. Pertanggungjawabannya belum jelas dan tidak pernah diaudit.

Saya usul agar 9 guru dikembalikan ke posisi semula. Mereka termasuk guru terbaik. Justru dengan mutasi, situasi jadi tidak kondusif. Contoh guru fisika berjasa memotivasi/menfasilitasi siswa SMA 3 memperoleh medali emas Olimpiade Astronomi Nasional Yunior 2004.

Yang harus dipikirkan memang mantan kasek yang secara psikologis pasti merasa tidak nyaman.

Apakah masih tetap di SMA 3 dengan memberikan 'suasana' khusus atau pindah sekolah yang mungkin beliau cocok.

Kepala Dinas sebaiknya dievaluasi karena tidak mampu menjadi pemimpin yang adil dan keputusannya tidak etis. Selain itu juga pernah tersangkut kasus pengadaan sistem informasi penerimaan siswa tahun 2005 yang bermasalah.

Nike Ratna Sari
Karang Bendo 6, Semarang

***

Halo Polisi

Kali ini gue nulis pake bahasa gaul aje deh, biar kayak selebriti menghibur. Ape sih kenangan yang sip di ati abis mudik Lebaran. Tentunye selain seneng ketemu ame orang tue en sobat-sobat, kenangan di jalan raye buat yang naek motor, mobil juga nggak dilupain.

Kayaknye semue jalanan lancar, aman walo pun pake antre. Abisnye jutaan kendaraan sekaligus madetin jalan. Tau enggak, pade ngeliat pak polisi di sepanjang jalanan kan?. Nah dielah yang ngatur siang-malem, masak sih kite ngelupain?.

Sebage manusie biase pak polisi sih maunye juge pulang mudik tapi tugas nggak bisa ditinggalin.

Bayangin deh di waktu orang lagi seneng-seneng pak polisi sibuk ngatur lalu lintas enggak peduli panas kek, ujan kek demi kenyamanan, keamanan pemudik. Yang gue baca dari koran SM, setiap petugas polisi cuma dapet duit tunjangan operasional Rp 150.000 buat 10 hari.

Yaalah, duit Rp 15.000/hari sekarang ini apa sih artinya. Tapi ya memang anggaran yang ade cuma segitu mau ape lagi. Taun depan mungkin pemkab/ pemkot atau provinsi bisa bantu jadi Rp 50.000/hari. Nah, yuk kite mulai menjalin hormat pada para polisi yang ihklas berkorban pikiran dan tenage buat kenyamanan keamanan kite semue.

Kite biasain, kalo lagi naek motor liat Pak Polisi di pinggir jalan, angkat tangan kanan sebentar tande hormat. Lagian dibiasain jangan langgar rambu lalu lintas. Setuju kan, hormaaat grak. Selamet lebaran ye, maapin lahir bathin deh.

Sudarjo
Jl S Parman 61, Purwokerto

***

Rumah Dinas Wawali Kota Solo

Suara Solo memberitakan, setelah Pak Gubernur menolak meminjamkan gedung Tugub di Banjarsari untuk rumah dinas Wawali Solo, Pak Rudy (Wawali) juga menolak bila akan dikontrakkan. Menurut saya langkah ini justru positif karena penghematan anggaran.

''Lha wong saya punya rumah sendiri, ngapain harus kontrak?'', katanya. Ini kan pernyataan simpatik yang justru harus ditiru oleh birokrat lain. Jangan tiru birokrat yang (maaf), aji mumpung. Mengontrakkan rumah sendiri senilai Rp 50 juta walau payung hukumnya ada.

Gebrakan Pak Wali yang sering goncengan tlusap-tlusup juga langkah positif. Ganti mobil Kijang juga positif, prinsipnya kalau yang serba ngirit dan efisien sebaiknya ditiru dan didukung. Bicara soal kontrak-mengontrak saya ngudarasa, alangkah ngiritnya kalau anggota Dewan di-kompleks-kan di rumah dinas seperti Jakarta di Kalibata.

Dimohonkan kredit dari bank, cicilannya bisa dari tunjangan perumahan bulanan anggota Dewan. Jadi tidak tiap bulan selama lima tahun keluar tunjangan.

H Erlangga Chandra
Ngalian Rt 8/Rw02 Banyudono, Boyolali


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA