| Senin, 28 Nopember 2005 | NASIONAL |
SOSOKTidak Tega
SETIAP kali melepas keberangkatan jamaah haji di Bandara Adi Sumarmo Solo, Gubernur Jateng Mardiyanto selalu menyaksikan sesuatu yang menyentuh hati, sampai dia merasa tidak tega melihatnya, yakni jamaah harus berada di dalam bus hampir satu jam dalam kondisi kedinginan. ''Saya tidak tega melihat mereka. Tiap melepas keberangkatan jamaah haji, saya juga cepat-cepat biar acara segera selesai karena dalam bus dingin,'' ujarnya Kamis lalu saat menyaksikan serah terima jabatan Kakanwil Depag Jateng dari pejabat lama Drs HM Chabib Thoha kepada penggantinya Drs Masyhudi MM di Semarang. Hal itu terjadi karena Bandara Adi Sumarmo belum punya terminal untuk jamaah haji. Sebelum memasuki pesawat, jamaah harus menunggunya di dalam bus selama hampir satu jam. Padahal, bus ber-AC yang cukup dingin. Sesungguhnya, untuk keperluan pelayanan haji di Bandara itu telah dibangun terminal B. Tetapi sudah lima tahun pembangunan terminal itu mangkrak dan sampai kini belum ada tanda-tanda akan diteruskan. Repotnya, pembangunan terminal ini menyangkut banyak pihak, tidak hanya Bandara. ''Pemprov Jateng sebenarnya telah menanyakan ke pihak Bandara. Beberapa waktu lalu dijanjikan segera selesai, tetapi nyatanya sampai sekarang masih mangkrak,'' kata Gubernur. Karena itu, dia berharap Pjs Kakanwil Depag Masyhudi bisa mencari jalan keluar yang saling menguntungkan bersama pihak terkait atas kondisi itu dengan tujuan pelayanan haji bisa maksimal. Dari sisi Arama Haji Donohudan, sudah tak ada masalah dan kualitas pelayanan terus ditingkatkan. Kini tinggal pelayanan di Bandara. Mantan Kakanwil Depag Chabib Thoha menjelaskan, pembangunan terminal B itu merupakan kewenangan Dephub dan Angkasa Pura bekerja sama dengan investor. Proyek itu terhenti setelah terjadi krisis dan belum diketahui kapan akan diteruskan. (Sudarto-46) | ||||