| Senin, 28 Nopember 2005 | MURIA |
Tikungan Jalan Darurat Terlalu CuramPATI - Tikungan jalan darurat di jalur Pati-Gabus pada posisi menanjak dan menurun yang terlalu curam dikeluhkan para pengguna jalan. Sebab, kebanyakan dari mereka adalah pengendara sepeda motor dan sepeda kayuh. Jalan darurat itu, kata seorang pelajar putri, Sari, semula menanjak. Namun tanjakannya tidak terlalu terjal. Kini setelah diperbaiki kondisinya justru berbeda. Semula sebelum dipasang tembok pembatas jalan raya, tanjakan jalan darurat dirasakan masih biasa. Namun setelah ditambah dengan pasangan agar bagian ujung jalan dari utara bisa sejajar dengan permukaan jalan raya, kondisinya justru lebih menanjak. Akibatnya, pengguna jalan yang datang dari utara bila sampai di lokasi itu harus menuruni jalan darurat cukup curam. Sebaliknya pengguna jalan yang datang dari selatan setelah tiba di posisi jalan menikung harus melewati bagian jalan yang menanjak. Meski kondisi jalan yang menanjak dan menurun itu panjangnya tak ada lima meter, cukup membuat was-was. "Sebab, awalan untuk menanjak terlalu pendek, karena sebelum itu posisi jalan tersebut menikung," ujar Sari. Licin Di samping itu, kondisi jalan juga sangat licin saat hujan. Sebab, semua ban sepeda motor dan sepeda kayuh yang melintas membawa lumpur dari jalan desa. Bila pengendara sepeda motor tidak berhati-hati bisa tergelincir jatuh. Oleh karena itu, Yudi, warga setempat, mengusulkan agar jalan darurat itu diperbaiki lagi. Yakni, dengan menambah tinggi badan jalan dari sebelum tikungan agar ketika sampai di posisi menanjak awalannya bisa sedikit lebih panjang. Dengan demikian, antara tarikan gas dan perpindahan gigi persneling bisa imbang. Manurut salah seorang warga, Marno, kondisi jalan darurat seperti itu memang tak bisa dihindari. Masalahnya, semula pada posisi jalan yang menurun dan menikung itu adalah dari jalan raya turun ke lokasi tanah lambiran sehingga tidak mungkin pada posisi tersebut tanahnya terlalu banyak dikepras. Apalagi kondisinya juga tidak memungkinkan untuk menambah urukan pada bagian badan jalan darurat. Untuk itu, jika sekarang menimbulkan keluhan bagi para pengguna jalan adalah hal yang wajar. Namun hal itu tentu tidak akan berlangsung terlalu lama. "Jika jembatan permanen yang baru dibangun nanti selesai, para pengguna jalan tentu tidak akan lewat lagi di jalan darurat." (ad-50n) |