logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 MURIA
Line

Lelang Ikan Hanya di TPI Tasikagung

  • Nelayan Sepakat Mulai 1 Desember

REMBANG - Nelayan kapal cantrang yang tersebar di Desa Tasikagung dan Tanjungsari, Kecamatan Kota Rembang kemarin mengadakan kesepakatan bersama untuk melelang hasil tangkapan ikan mereka di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung Rembang mulai 1 Desember mendatang.

Pertemuan yang diadakan di rumah ketua kelompok nelayan cantrang, Temok Supriyanto, di Desa Tasikagung itu dihadiri wakil dari kelompok nelayan cantrang yang ada di dua desa tersebut.

Ketua KUD Saroyo Mino Kabupaten Rembang Dianto MA mewakili nelayan cantrang Rembang seusai pertemuan mengatakan, setelah ada kesepakatan bersama itu para nelayan cantrang dari Rembang berkomitmen tidak akan melelang hasil tangkapan mereka di TPI lainnya.

"Nelayan berkomitmen untuk membantu meningkatkan semangat perikanan Rembang yang terkena imbas dari pengurangan subsidi harga kenaikan. Kesepakatan ini juga diharapkan oleh para nelayan akan memberikan semangat bagi rekan-rekan mereka lainnya yang tidak melaut untuk kembali menangkap ikan," kata Dianto.

Lelaki yang akrab disapa Thobul itu juga mengatakan, dengan melelang di TPI Tasikagung Rembang, nelayan asal Rembang berharap bisa meningkatkan dan mendapatkan pengembalian berupa raman melalui KUD. Selain melelang di TPI, nelayan juga akan melakukan transaksi secara tunai melalui TPI. Dia mengaku selama ini memang masih ada proses pelelangan, tapi transaksinya dilakukan di luar TPI.

"Namun setelah ada kesepakatan bersama ini, nelayan berkomitmen untuk melakukan transaksi lelang melalui proses yang ada di TPI. Mereka juga akan berusaha untuk mengurangi mekanisme transaksi di luar TPI."

Rp 10 M

Semakin tertatanya proses pelelangan ikan di TPI Tasikagung Rembang itu, Thobul mengharapkan bisa menarik nelayan-nelayan dari luar daerah untuk melakukan lelang di TPI Tasikagung. Nelayan sekarang sudah memakai teknologi radio komunikasi untuk mengontrol harga di tiap TPI.

"Jika mereka mendengar kabar di TPI Tasikagung mekanisme lelangnya bisa tertata lebih bagus dibandingkan dengan TPI lainnya, tentu nelayan dari luar daerah akan memilih membongkar ikan di TPI. Yang diuntungkan adalah nelayan setempat yang mendapatkan nilai raman hasil pelelangan melalui KUD," terangnya lagi.

Dia menjelasakan, selama Oktober lalu, nilai pelelangan di TPI Tasikagung sudah mulai menanjak mencapai Rp 10 miliar. Jumlah itu cukup mencengangkan, mengingat pada bulan sebelumnya nilai pelelangan di TPI Tasikagung hanya Rp 4-5 miliar per bulan.

"Sebelum ada kesepakatan yang dilakukan bersama, nelayan Rembang pada bulan lalu memang sudah mulai melakukan pelelangan di TPI Tasikagung sehingga turut meningkatkan pendapatan TPI. Selain itu TPI Tasikagung juga mulai kedatangan kapal cantrang lain dari luar daerah yang mulai percaya dengan mekanisme lelang di sana."

Setelah nelayan cantrang melakukan kesepakatan, Thobul juga mengharapkan kapal pursesseine yang berasal dari Rembang turut melelang hasil tangkapan mereka di TPI Tasikagung. "Awak kapal pursesseine kami harap tidak takut-takut melelang di TPI Tasikagung Rembang. Meski belum bisa masuk langsung di TPI, ada tambatan dan transportasi mengunakan kapal kecil," tandasnya. (moe-50n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA