logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 MURIA
Line

Pemandu Karaoke Pakai Narkoba

PATI - Dua dari sejumlah perempuan pemandu karaoke (PK) yang Sabtu malam (26/11) lalu terjaring operasi rutin Polres Pati diduga sebagai pemakai narkoba. Nama PK tersebut masih dirahasiakan karena kepastiannya masih harus menunggu hasil pemeriksaan urine mereka.

Namun yang jelas, kata Kabag Ops Polres Pati Kompol Charto Nuryanto SH yang juga selaku pengendali operasi tersebut, dua PK itu terjaring di tempat hiburan malam, Karaoke Melinium, di Jl Ahmad Yani.

Apalagi saat mereka diperiksa oleh polwan juga kedapatan membawa minuman keras (miras) oplosan.

Beberapa PK lainnya yang malam itu juga dijaring dari tempat Karaoke Koplak di jalan raya Pati-Kudus Km-4,5 juga dilakukan pemeriksaan urine. Di samping itu, pemeriksaan KTP juga dilakukan karena yang tidak mempunyai identitas tersebut tetap dikenai sanksi pelanggaran berupa tindak pidana ringan (tipiring).

Karena semua memiliki identitas, tidak ada yang dikenai sanksi itu. Operasi rutin yang dimulai pukul 20.30 hingga pukul 24.00 itu selain dilakukan di tempat hiburan karaoke juga digelar di hotel-hotel.

Khusus tempat yang disebut terakhir, terjaring empat pasangan selingkuh.

''Satu di antaranya sepasang muda-mudi yang mengaku sedang pacaran saat terjaring di salah sebuah kamar di lantai II Hotel Sartika Pati,'' ujarnya.

Lorong Indah

Dari Losmen Ana, terjaring pula satu pasangan selingkuh. Sementara itu dari Hotel Graha Wisata petugas berhasil menjaring dua pasangan selingkuh lainnya. Malam itu semua pasangan tersebut diangkut ke Mapolres Pati oleh petugas Bina Mitra.

Tak ketinggalan, operasi yang melibatkan semua unit satuan yang ada itu, kecuali lalu lintas, juga bergerak ke kompleks pelacuran terbesar di Pati, yaitu Lorong Indah (LI), di Desa/Kecamatan Margorejo.

Di kompleks warung remang-remang tersebut petugas polwan langsung mengumpulkan para penjaja cinta ketengan itu, termasuk yang masih berada di dalam kamar untuk melayani pasangan kencannya.

Puluhan warung remang-remang itu dimasuki, dan satu per satu penghuninya diminta untuk menunjukkan identitas masing-masing berupa KTP. Selain itu, mereka juga diberi arahan agar selalu menjaga kesehatan selama berada di warung tersebut, dan diminta menolak setiap tamu lelaki hidung belang yang ingin bermalam.

''Jika warung remang-remang sudah menjadi tempat bermalam, hal itu sama saja pemiliknya membuka jasa perhotelan,'' celetuk salah seorang polwan.

Malam itu juga dilancarkan operasi rutin untuk mempersempit ruang gerak jaringan kelompok teroris Noordin M Top. Operasi dilakukan di jalan raya Pati-Kudus Km-5, tepatnya di depan Pabrik Kacang PT Dwi Kelinci yang mendapat dukungan dari jajaran Polsek Margorejo.

Sebanyak 65 kendaraan roda empat diperiksa dan digeledah, baik isi maupun penumpangnya. Di samping itu, 15 sepeda motor kena tilang, termasuk dari mereka yang melakukan kebut-kebutan di jalan raya tersebut. (ad-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA