logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 MURIA
Line

Jumlah PGOT Makin Bertambah

REMBANG - Semakin hari jumlah anak jalanan, pengamen, pengemis, gelandangan dan orang telantar (PGOT) di Kabupaten Rembang semakin bertambah. Hampir di setiap perempatan jalan raya dan di sekitar Alun-alun Kabupaten Rembang dengan mudah dijumpai mereka. Keadaan ini tentu saja meresahkan sejumlah kalangan. Pasalnya, fenomena PGOT ini baru muncul pada satu hingga dua bulan belakangan ini.

Jarno (25), salah satu pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Rembang mengemukakan, sebelum bulan Puasa lalu, jumlah PGOT di Kabupaten Rembang masih bisa dihitung dengan jari.''Namun sekarang, setiap malam banyak ditemui pengamen dan pengemis di sekitar alun-alun tersebut. Mereka biasanya mengincar pembeli makanan di PKL sekitar tempat itu,'' ungkapnya.

Heri (23), PKL lainnya, mengkhawatirkan dengan banyaknya pengamen dan pengemis yang beroperasi itu akan mengakibatkan pembeli enggan menikmati makanan di alun-alun lagi. ''Tentu saja pembeli tidak akan merasa nyaman lagi makan di sana. Karena saat sekali makan, bisa lima kali kedatangan pengamen dan pengemis,'' ujarnya.

Kasi Sosial Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang Suhadi mengakui, jumlah PGOT di Kabupaten Rembang semakin hari bertambah. Dia mengatakan, pihaknya tidak bisa mendata berapa banyak kenaikan PGOT itu. ''Memang jumlah mereka semakin hari bertambah. Yang marak adalah pengamen dan pengemis,'' ungkapnya.

Suhadi menekankan, sesuai dengan UU Nomor 6/1974, masyarakat juga berkewajiban mengurangi masalah sosial itu. Dia juga mengatakan, pihaknya tidak bisa dengan serta-merta merazia para pengamen dan pengemis tersebut. ''Untuk merazia mereka, kami harus berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Satpol PP,'' ujarnya.

Suhadi menyebutkan, selama satu tahun pihaknya menargetkan untuk merazia PGOT sebanyak delapan kali. Yang termasuk sasaran razia Disnakersostrans Rembang, selain PGOT adalah wanita tuna susila (WTS). ''Setelah kena razia kemudian biasanya kami bina di panti agar mereka tidak kembali ke jalanan,'' imbuhnya. (moe-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA