logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 MURIA
Line

Pembahasan PJU Berjalan Alot

KUDUS - Pembahasan rancangan anggaran untuk pembiayaan penerangan jalan umum (PJU) Kudus pada rapat komisi Sabtu (26/11) di gedung DPRD Kudus antara Komisi C dan eksekutif berjalan alot. Komisi C meminta adanya pengurangan anggaran pembayaran rekening lampu PJU yang sebelum adanya Perubahan APBD 2005 dialokasikan Rp 5.200.520.500. Setelah melalui pembahasan panjang, terjadi kesepakatan antara Komisi C dan eksekutif, anggaran untuk PJU pada Perubahan APBD 2005 menjadi Rp 5.020.520.500. Nominal tersebut selanjutnya akan digodok pada forum rapat panitia anggaran.

Ketua Komisi C Harirotus Sa'adah yang memimpin rapat komisi itu mengemukakan, pengurangan alokasi pembiayaan PJU tersebut karena adanya pembengkakan Pos Belanja Administrasi Umum Dinas Lingkungan Hidup, Pertambangan, dan Energi (LHPE). Dia mengharapkan, dengan adanya pengurangan pada pos PJU dapat menutup kebutuhan tambahan dana tersebut.

''Angka sebelum perubahan anggaran, untuk belanja administrasi umum Dinas LHPE Rp 125 juta, jumlah tersebut bergeser menjadi Rp 304 juta. Peningkatan itu membutuhkan dana yang diambilkan dari pos lain,'' ujarnya.

Dia mengemukakan, pada 2006 pemasangan kwh meter pada PJU yang mencakup juga lampu penerangan jalan swadaya masyarakat telah rampung. Pemasangan meteran tersebut dipakai sebagai parameter pemakaian listrik. ''Dengan adanya pemasangan meteran, pemakaian listrik menjadi jelas dan lebih hemat. Hal itu berdasarkan kalkulasi perbandingan antara PJU tanpa dan yang mempergunakan kwh meter. Hasilnya signifikan, ada penghematan lebih dari 40% untuk PJU dengan kwh meter,'' urainya.

Selanjutnya, sambung dia, akan ada pendataan titik lampu penerangan jalan yang melibatkan semua kepala desa. Lebih lanjut dia menyebutkan, langkah-langkah tersebut ditempuh agar pos PJU tidak lagi mengalami defisit. Selama ini, pajak PJU tidak dapat menutup pembiayaannya sehingga setiap bulan mengalami defisit hingga Rp 400 juta.

Pada kesempatan tersebut, Manajer PT PLN (Persero) Unit Pelayanan Kudus Sumarno mengungkapkan, pihaknya setuju untuk melakukan rasionalisasi. Dia menandaskan, kegiatan pemasangan kwh meter mendesak untuk dilaksanakan.

''Selama ini kami juga telah melaksanakan sosialisasi penggunaan lampu hemat energi kepada masyarakat. Hal itu untuk menghemat pemakaian listrik sehingga rekening listrik penerangan jalan tidak melonjak,'' paparnya. (tik-15j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA