logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Pemkot Prioritaskan Bersihkan Saluran Kota

  • Antisipasi Banjir

SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang lewat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) akan memprioritaskan program pembersihan saluran-saluran atau sungai dalam kota untuk mengantisipasi banjir. Sebab, ancaman banjir datang seiring dengan kedatangan musim hujan. DPU juga akan mengeruk lumpur dan sedimen yang terdapat di beberapa saluran.

''Untuk prioritas program tersebut, DPU mengadakan pekerjaan swakelola dan proyek yang dilelangkan,'' ujar Kepala DPU Kota Semarang Achmad Kadarisman ST, di sela-sela kerja bakti massal dalam program Resik-resik Kutha, Minggu (27/11).

Kegiatan hasil kerja sama New Exi Production, Suara Merdeka, Djarum 76, dan Pemkot Semarang itu kali ini mengambil tempat di Kali Semarang. Hadir Wakil Wali Kota Mahfudz Ali, Kepala Dinas Kebersihan Kota Semarang Drs Cahyo Bintarum Msi, dan Camat Semarang Utara Surachman SIP.

Saat ini, kata Achmad Kadarisman, DPU lebih memprioritaskan pembersihan Kali Semarang. Kendati demikian, pihaknya juga akan mengeruk sendimen di Tlogosari, Kali Banger, dan Gebangsari.

Pihaknya secara rutin juga telah menyiapkan para pekerja untuk membersihkan saluran, baik berupa sampah dari tumbuhan rumput, gulma, ataupun endapan lumpur.

''Samaph di Kali Semarang kebanyakan datang dari aliran di belakang Lawang Sewu,'' ungkapnya. Menurutnya, sampah-sampah tersebut kebanyakan berasal dari belakang Pasar Kembang Kalisari. Para pedagang ataupun masyarakat setempat disinyalir banyak yang membuang sampah ke dalam saluran.

Sosialisasi

Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, DPU bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota Semarang secara proaktif berupaya mengantisipasi pertambahan volume sampah di beberapa tempat. Salah satunya dengan menyosialisasikan kepada para pedagang dan masyarakat untuk tidak membuang sampah di kali.

Kemarin, Resik-resik Kutha melibatkan anggota Polwiltabes, Polsek Semarang Utara, Brimob Polda Jateng, Arhanudse-15, pelajar, dan masyarakat. Sejak pukul 07.00, tim sudah bergerak dengan mengumpulkan sampah di beberapa lokasi, kemudian membakarnya.

Sebuah begu dan beberapa truk sampah juga didatangkan. Dua jenis alat berat itu digunakan untuk mengeruk dan menampung endapan lumpur serta sampah yang menggenangi Kali Semarang. Lumpur dan sampah tersebut lantas dibuang ke TPA Jatibarang.

''Selain mengantisipasi banjir, program Resik-resik Kutha kali ini juga untuk mencegah penularan penyakit demam berdarah,'' ujar Wisnu Pudjonggo dari New Exi Production. (fzm,aim-44n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA