| Senin, 28 Nopember 2005 | SEMARANG |
Batal Tapa Pendem, Agung HilangSEMARANG - Agung Sutono (29) warga Jalan Gurami I RT 6 RW 8 Kelurahan Kuningan, menjadi buah bibir warga sekitar tempat tinggalnya. Sebab, lelaki yang telah beristri dan dikaruniai tiga anak itu sejak pukul 01.00 Sabtu (27/11) dini hari, melakukan tapa pendem di tanggul Banjirkanal Barat, tepatnya di dekat Gereja Hati Kudus, Tanahmas. Belum genap sehari, ia mengakhiri ritus itu. Diduga, Agung khawatir ada aparat yang hendak mengecek "makam" tempatnya bertapa. Setelah kejadian itu, ia tidak bisa ditemui di rumah. Menurut adik kandungnya Wiwid (24), usai mengakhiri tapa pendem, sang kakak sempat pulang ke rumah. Bahkan Sabtu (26/11) malam, masih kumpul-kumpul dengan tetangga dan menemui wakil ketua RT di lingkungannya. Namun setelah itu, ia tak terlihat lagi di rumah. ''Saya nggak tahu Mas Agung sekarang di mana. Mungkin ke rumah mertuanya di Welahan,'' katanya. Informasi menyebutkan, ritus tapa pendem dilakukan Agung karena prihatin dengan kondisi negeri yang carut-marut saat ini. Menurut Ketua RW 8 Kelurahan Kuningan Widodo, warganya itu dikenal gemar melakukan laku. Ia yang kerap mengikuti aktivitas spiritual Agung menjelaskan, ritus tapa pendem yang dilakukan kali ini merupakan yang kesebelas. ''Dulu, dia pernah melakukannya di tempat sama. Cuma kenapa kali ini kok batal. Apa mungkin dia khawatir dengan kedatangan aparat kelurahan dan Polsek Semarang Utara, Sabtu pagi. Saya tidak tahu.'' Dia mengaku ikut dalam prosesi penguburan, Sabtu dini hari. Saat itu, ia bersama sejumlah warga yang lain menunggu di lokasi hingga matahari terbit. Namun setelah itu, ia pulang ke rumah untuk istirahat. Dia menuturkan, Agung bertapa di dalam liang lahat ukuran 2 x 1meter dan dalam 1,5 meter dengan posisi seperti jenazah yang dimakamkan. Bedanya, tanpa mengenakan kain mori. ''Dia berpakaian biasa, berbaring dengan kepala di sebelah utara. Setelah ditutup papan, liang ditimbun tanah. Agar tetap bisa bernapas, dibuat lubang berdiameter 10 cm. Lubang itu juga untuk mengecek kondisi Agung. Caranya, dengan memberinya tali. Kalau ditarik dari luar dan dia membalas tarikan itu, berarti baik-baik saja.'' Menarik Perhatian Sementara itu, Suparman (65) warga Udowo Barat yang sehari-hari menjadi penjaga tempat sampah di dekat lokasi tapa pendem menuturkan, aktivitas Agung sempat menarik perhatian warga di kawasan itu. Sabtu pagi hingga siang, banyak yang berdatangan untuk menyaksikan, termasuk sejumlah aparat kepolisian. ''Siang hari pukul 12.00, lokasi tapa pendem sepi. Saya yang lagi istirahat mendengar suara glodak-glodak dari arah tempat itu. Beberapa saat kemudian, saya lihat orang yang bertapa itu keluar dari dalam tanah. Waktu saya tanya, dia tidak menjawab, lalu berjalan ke arah utara,'' paparnya. (H6, G5-18m) |