| Senin, 28 Nopember 2005 | SEMARANG |
Tujuh Warga Tlogosari Wetan Terkena DBDPEDURUNGAN - Tujuh warga RT 1A RW 1 Tlogosari Wetan, Pedurungan, terserang demam berdarah dengue (DBD). Satu dari mereka, Reza, hingga Minggu (27/11) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Pantiwilasa, Jl Dr Cipto. Penyakit itu muncul di lingkungan warga sejak dua bulan lalu. Para korban demam berdarah pada umumnya anak-anak dan remaja. Mereka di antaranya Reza (3), Kiki (8), dan Woro (19). Selain itu, empat warga yang masih satu keluarga Ponco Raharjo (40), Ny Ponco (38) serta dua orang anaknya, Anisa (10) dan Galang (13). Untuk mengantisipasi DBD menyebar, warga sekitar melakukan fogging. Pengasapan dilakukan secara swadaya dan menelan biaya Rp 1 juta. Kegiatan itu ditujukan bagi 65 keluarga. Ketua RT setempat Hartono mengemukakan, biaya memang dirasakan berat bagi warga. Namun untuk mengurangi beban, mereka iuran dan memanfaatkan dana jimpitan siskamling yang sejak empat bulan lalu mulai digalakkan. ''Iuran warga rata-rata Rp 10.000 bagi pemilik pekarangan luas, sedangkan yang pekarangannya sempit Rp 7.500,'' tandasnya. Mengenai jimpitan, setiap hari warga diminta Rp 100 yang diambil saat ronda malam. Uang yang terkumpul bisa menutupi biaya fogging. Dia berharap, penyakit DBD yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu tidak menyebar. Dia mengaku tiap tahun selalu ada warga yang terkena DBD. Padahal, lingkungan warga sudah cukup bersih. Bahkan Program 3M (penguras bak mandi, menutup tempat air dan mengubur barang-barang tak terpakai), telah berjalan baik. (G5-18m) |