logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 SEMARANG
Line

Data Gakin Susulan Naik Tajam

  • Ketua RT Pilih ''Jalan Aman''

SEMARANG - Jumlah rumah tangga miskin (gakin) yang diusulkan mendapat subsidi langsung tunai (SLT) susulan tahap kedua, diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan penerima sebelumnya. Sejumlah kecamatan dan kelurahan menyebutkan, setelah didata ulang, jumlah gakin susulan naik tajam.

Kecamatan Semarang Utara, misalnya, mengusulkan tambahan 9.000 keluarga miskin agar menerima SLT tahap kedua. Jumlah itu, menurut Camat Surachman, jauh lebih besar dibanding jumlah penerima SLT tahap pertama yang hanya 6.674 orang.

Lonjakan penambahan itu, menurut dia, kemungkinan lantaran para ketua RT memilih "jalan aman". Mereka menghindari konflik dengan warga, sehingga semua usulan warga ditampung dan diteruskan ke Badan Pusat Statistik (BPS).

''Posisi ketua RT sangat dilematis. Agar tak dituding pilih kasih, semua warga diusulkan kembali. Soal lolos seleksi atau tidak, itu kewenangan pemerintah pusat,'' ujar Surachman.

Sebagai camat, Surachman mengaku tak dapat menyalahkan langkah aman yang diambil para ketua RT di wilayah kerjanya. Ketua RT tidak dapat mencegah keinginan warga untuk menerima uang tunai sebesar Rp 100.000/bulan/KK.

Karena itu, untuk menghindari kecemburuan sosial antara warga yang menerima dan tidak menerima kartu SLT, dia mengusulkan agar BPS memasang kriteria miskin.

Pengumuman itu dapat ditempelkan di tempat-tempat strategis tiap RT.

Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa mereka yang menerima SLT harus memenuhi kriteria miskin seperti ditetapkan BPS Pusat. ''Transparansi itu penting agar tidak terjadi kecemburuan di antara masyarakat,'' imbuhnya.

Hingga kemarin BPS belum juga merespons usulan tersebut. Informasi mengenai kriteria miskin belum disebarkan secara luas, padahal data calon penerima SLT susulan sudah diserahkan ke BPS Kota Semarang.

Surachman juga mengusulkan agar BPS memasang daftar sementara penerima SLT di setiap kelurahan.

''Warga yang melihat ada indikasi kartu salah sasaran bisa langsung melapor. Mereka juga bisa saling menegur jika ada warga yang dinilai mampu malah menerima bantuan.''

Soal jadwal pencairan, Surachman mengaku belum mendapat pemberitahuan. Ia juga tidak tahu jika pencairan SLT tahap II yang sedianya dilaksanakan mulai 1 Januari 2006, kemungkinan bakal mundur hingga Februari.

Daerah Pinggiran

Lonjakan data susulan juga terjadi di wilayah pinggiran Kota Semarang. Di Kelurahan Wonosari Tembalang, tercatat lebih dari 1.000 KK diusulkan untuk memperoleh SLT susulan. Padahal, pada pencairan periode 1 Oktober lalu, hanya 600-an KK yang mendapat kartu SLT. '' Bagaimana lagi, semua warga ingin dapat bantuan,'' tutur Lurah Rowosari, Nur Rohim.

Panjangnya daftar usulan itu juga membuat Nur Rohim cemas. Warga yang sudah didata, umumnya berharap mendapat bantuan. Padahal, warga yang tidak memenuhi kriteria kemungkinan besar tidak akan lolos verifikasi.

''Warga bisa kecewa lantaran sudah didata namun tidak menerima kartu. Kalau sudah begini, situasi bisa rawan,'' ujarnya.

Untuk menghindari kerawanan, ia mengusulkan agar pencairan SLT tahap II tidak lagi dilaksanakan di Balai Kelurahan melainkan di kantor kecamatan atau kantor pos terdekat. (H5-18v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA