logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 EKONOMI
Line

Dijajaki, Pembangunan Pabrik Gula Baru

JAKARTA-Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengungkapkan adanya rencana pendirian pabrik gula baru untuk mendorong tercapainya swasembada gula 2009. Berbicara pada acara penutupan Munas II Badan Koordinasi Asosiasi Petani Rakyat Indonesia (APTRI) pekan lalu, Mentan menyebut dua wilayah yang potensial untuk pendirian pabrik gula baru, yaitu Jateng dan Jatim.

''Kami sudah menandatangani rencana studi kelayakan dengan Pemerintah China terkait pengembangan industri gula nasional guna mewujudkan swasembada gula pada 2009,'' paparnya.

Menurut Mentan, studi kelayakan itu sepenuhnya didanai dari hibah Pemerintah China yang diwakili oleh China National Technical Import & Export Corporation (CNTIC). Studi ini akan dilakukan pada awal 2006 dengan menfokuskan pada tiga hal, yaitu memperbaiki teknologi tanam melalui intensifikasi dan perluasan tanaman tebu, rehabilitasi dan perluasan kapasitas pabrik penggilingan tebu, serta membangun perkebunan dan industri gula yang terpadu pada lahan yang cocok.

''Termasuk dalam kesepakatan itu, pendirian pabrik-pabrik gula baru, sehingga kelebihan produksi petani dapat terserap dan proses pencapaian swasembada gula pada 2009 juga terpenuhi,'' katanya.

Rencana pembangunan pabrik gula baru mendapat sambutan dari BK APTRI. Menurut Ketua Umum DPP APTRI H Abdul Wahid, kebutuhan akan adanya pabrik gula baru sudah mendesak, mengingat beberapa daerah, terutama Malang, Mojokerto dan Lumajang, Jawa Timur produksi tebu tahun ini melimpah.

''Kalau kondisinya tetap seperti sekarang, musim giling yang ada bisa berlanjut hingga Januari tahun depan. Ini karena produksi tebu melimpah, sementara kapasitas penggilingan gula tak memadai di pabrik gula, seperti di PG Gempol Kerep, Mojokerto,'' jelasnya.

Menurut Abdul Wahid, keluhan melimpahnya produksi tebu tahun ini sudah banyak bermunculan dari berbagai daerah. Bahkan, dalam dialog peserta Munas dengan Mentan, keluhan itu dikemukakan lagi seorang peserta dan menjawab jawaban tentang adanya rencana pendirian pabrik gula baru itu.

Kenaikan produksi tebu tak lepas dari kenaikan arela tanaman tebu. Data Deptan mencatat adanya peningkatan sejak 2003 hingga tahun ini. Pada 2003, luas areal tanaman tebu mencapai 335.725 hektar dan tahun ini diperkirakan meningkat menjadi 367.875 hektar.

Kenaikan luas areal tanam tersebut menaikkan produksi gula dari 1,75 juta ton menjadi 2,21 juta ton. Kenaikan produksi gula ini menurunkan impor gula dari 1,59 juta ton menjadi 1,10 juta ton.(bn-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA