logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 28 Nopember 2005 BANYUMAS
Line

Ceramah Narkoba yang Tak Memicu Kantuk

DUDUK 2,5 jam mendengarkan ceramah, apalagi udara panas, tak membuat peserta mengantuk. Itulah yang terjadi ketika Badan Narkotika Nasional (BNN) mengadakan ceramah di SMAN 3 Purwokerto, Sabtu (26/11) mulai pukul 09.30. tak seorang puhn siswa dari sekitar 1.500 siswa SMA dan SMP negeri/swasta se-Banyumas memejamkan mata. Mereka antusias mengikuti ceramah tentang penyalahgunaan dan pencegahan bahaya narkoba sejak awal sampai akhir.

Para siswa adalah anggota Kesatuan Aksi Pelajar Antinarkotik (KAPA) di sekolah masing-masing. KAPA dibentuk di 65 SMA dan 130 SMP tahun 2004 berdasar instruksi Bupati.

Mereka antusias karena teknik ceramah tim BNN sangat variatif. Pembicara AKBP dokter Viktor Pujiadi (Koordinator Satuan Tugas Penyuluhan dan Penerangan VII BNN) tak hanya berpidato. Dia selalu memberikan ilustrasi saat membahas setiap topik. Baik melalui gambar, atraksi pantomim, akrobat, sulap, musik, drama, sampai penuturan kisah eks pengguna narkoba.

Penggambaran teknik pengedar narkoba saat beraksi, misalnya, ditampilkan dengan adegan drama singkat. Suasana diskotek digambarkan dengan atraksi pantomim. Penceramah juga menyulap uang Rp 1.000 menjadi Rp 50.000 dan tongkat menjadi kain.

Ketagihan

Ekspresi para siswa berubah-ubah sesuai dengan topik. Wajah mereka menunjukkan kengerian ketika melihat rekaman pengguna narkoba tersiksa karena ketagihan.

Mereka bertepuk tangan saat pengumuman reputasi pemain musik yang tampil, yakni Odi (pemain drum terbaik Djarum Music Contest), Agung (basis terbaik Jass Goes to Campus), dan Ruli (pemain gitar terbaik Festival Gitar Tembang Seranta Singapura).

Suasana berubah mengharukan saat eks pengguna narkoba tampil ke panggung mengungkapkan kisah. Pria berusia sekitar 30 tahun itu mengaku mengenal narkoba saat kelas IV SD. Tanpa sengaja dia meminum minuman beralkohol sisa tamu sang ayah di hotel. Orang tuanya melarang dia meminum minuman haram itu.

Kelas II SMP dia merokok, kemudian ganja, ekstasi. Suatu saat dia overdosis. Selama delapan jam dia dinyatakan mati oleh dokter. Namun dia sembuh. "Saat ketagihan rasanya sangat sakit. Jangan sekali-kali mencoba, karena sekali mencoba bakal ketagihan,'' katanya.

Seusai acara, Yanto, salah satu siswa, menyatakan senang karena jadi tahu seluk beluk penyalahgunaan narkoba. Pengetahuan itu jadi bekal agar tak terjerumus. ''Acara ini sangat bermanfaat. Saya mau cerita ke teman yang ndak ikut,'' tuturnya.

Ngabdul Kavi, siswa lain, mengaku walau sangat banyak dan disampaikan dalam waktu singkat, materi itu mudah dipahami dan diingat. ''Bekal pengetahuan ini sangat berguna, jadi tidak mudah tergoda.''

Acara dibuka Kepala Pusat Dukungan Pencegahan Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Polisi Tommmy Trider Jacobus. Hadir Ketua Badan Narkotika Kabupaten Banyumas Imam Durori yang juga Wakil Bupati, Kapolres AKBP Tjahyono Prawoto, Kepala SMAN 3 Hj Ning Isnaningsih, serta para guru.

Tommy menyatakan sekarang narkoba tak mengenal status, umur, dan jabatan. ''Karena itu kalian harus bisa mencegah penyalahgunaan narkoba di Purwokerto.''

Sebelum ceramah, Imam Durori mengukuhkan KAPA SMAN 3 Purwokerto yang beranggota 20 siswa. Dalam pengukuhan itu mereka berikrar menjalankan tugas sebagai anggota KAPA untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di sekolah. (Budi Hartono-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA