| Sabtu, 26 Nopember 2005 | SALA |
Pedagang Tolak Pembangunan Pasar Dua Lantai
KARANGANYAR - Sejumlah pedagang Pasar Tawangmangu menolak rencana pembangunan pasar tersebut menjadi dua lantai. Pasalnya, pedagang menilai rencana pembangunan itu dibuat tanpa melibatkan pedagang. Penolakan tersebut disampaikan sejumlah pedagang yang kemarin mendatangi gedung DPRD setempat. ''Pedagang belum diajak rembukan secara resmi tetapi sudah mengemuka rencana kalau Pasar Tawangamangu akan dibangun menjadi dua lantai. Pedagang menolak kalau pasar dibangun menjadi dua lantai,''kata Wakil Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tawangamangu (P3T), Sri Suharno, kemarin. Menurutnya, alasan Pemkab untuk membangun pasar di kawasan wisata itu menjadi dua lantai lantaran jumlah pedagangnya yang berlebih sehingga dikhawatirkan tidak tertampung jika hanya dibangun satu lantai. Karena itu, lanjut pedagang lainnya, Suseno, pedagang meminta adanya pendataan ulang secara bersama-sama. Sebab selama ini pedagang mengklaim hanya terdapat sebanyak 792 pedagang, sementara Kantor Pengelolaan Pasar (KPP) mendata sebanyak 1.023 pedagang. ''Jumlah pedagang yang terdata Pemkab dengan data kami berbeda. Karena itu, pedagang menilai perlu dilakukannya pendataan bersama sehingga bisa sinkron,''tandas Suharno. Rombongan pedagang tersebut ditemui Wakil Ketua DPRD Sumanto. Ia menjelaskan, sejauh ini DPRD belum mengetahui jika Pemkab telah memutuskan untuk membangun Pasar Tawangmangu menjadi dua lantai. Beberapa waktu lalu, DPRD hanya menggelar pemaparan rencana pengembangan pasar tersebut tetapi belum disimpulkan dibangun satu atau dua lantai. ''Persetujuan pembangunan nantinya diputuskan dalam rapat paripurna DPRD dan sampai sekarang belum diputuskan,''ujarnya. Sebelumnya, sejumlah kontraktor proyek revitalisasi Pasar Tawangmangu telah memaparkan rencana pembangunan di DPRD Karangnyar. Dua kontraktor yang memaparkan rencana pembangunan tersebut adalah PT Arjuna Constructions (Arcon) dan PT Pusaka Jaya. Keduanya memaparkan rencana pembangunan dua lantai. Dari paparan tersebut, PT Arcon yang juga bergerak di bidang investasi itu sanggup membangun pasar dengan nilai investasi sekitar Rp 26 miliar. Selanjutnya pasar itu akan dikelola oleh PT Arcon selama 10 tahun dan kemudian diserahkan kepada Pemkab Karanganyar. Selain itu, PT tersebut mengisyaratkan bahwa Pasar Tawangmangu akan dibuat seperti pasar wisata dengan ketinggian dua lantai. Sementara itu, PT Pusaka Jaya yang bergerak pada bidang kontraktor murni sanggup merevitalisasi Pasar Tawangmangu selama enam hingga delapan bulan. PT ini juga merancang pasar dengan ketinggian dua lantai, namun mengenai desain dan sebagainya ditentukan oleh Pemkab. Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Suwarso belum bisa dimintai konfirmasi mengenai rencana tersebut. Ketika dihubungi di rumahnya, salah satu anggota keluarganya menyatakan ia tidak bisa diganggu. (G18-42v) |