SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Rabu, 23 Nopember 2005

- Rencana impor beras diprotes beramai-ramai. Kebijakan seperti itu dinilai bisa mengacaukan harga beras dan tentu saja tidak menguntungkan petani. Mereka yang protes terhadap rencana itu beranggapan bahwa impor beras tidaklah perlu, karena produksi gabah nasional telah melampaui target. Seperti diketahui, produksi gabah nasional mencapai 54 juta ton, sedangkan targetnya 53 juta ton. Target produksi tersebut terlampaui, karena hujan deras di pusat-pusat produksi, sehingga tidak terjadi kekeringan dan petani jarang yang gagal panen. Tentu saja keadaan ini sangat menggembirakan.

- Langkah kubu Demokrat di Kongres AS untuk mengupayakan penarikan pasukan Amerika dari Irak, merupakan perkembangan menarik. Dua tahun lalu pemerintahan Presiden George W Bush menggulingkan pemerintahan Irak di bawah Saddam Hussein lewat invasi kontroversial yang tidak didukung PBB. Aksi penentangan merebak di seluruh dunia, bahkan di Amerika sendiri. Namun, baru sekarang suara resmi muncul dari kubu legislatif. Penggeraknya adalah Senator John Murtha, yang ironisnya juga seorang hawkish seperti Wapres Dick Cheney (Republik) dan Menhan Donald Rumshfeld (Demokrat).

BERSIKAP adil dengan menjunjung tinggi kesamaan dan kesetaraan sesama kader, suatu hal yang nampaknya sulit dilakukan. Apalagi di dalam rumahtangga sebuah partai politik. Pencapaian suatu kemenangan dan kekuasaan dengan corak ketidakadilan seringkali menjadi suatu kebanggaan di dalam kontek pemaknaan politik.

Menanggapi surat Bp Agung Prasetyo Psi pada 21 November, kami jelaskan yang dimaksud fasilitas gratis adalah tidak dikenakannya biaya sewa disc selama setahun. Uang Rp 250 ribu yang diminta Ultra Disc itu sebagai jaminan. Uang dikembalikan utuh setelah 1 tahun, atau yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai member sebelum berakhirnya masa itu.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA