SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Rabu, 23 Nopember 2005

KUDUS-Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (FSP RTMM)-SPSI menggugat Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengendalian Dampak Produk Tembakau terhadap Kesehatan.

SOLO-Kelangkaan pupuk urea di Indonesia pada 2005, tampaknya masih akan berlanjut pada 2006 mendatang. Alokasi subsidi pupuk senilai Rp 6 triliun yang diajukan dalam APBN 2006, ternyata hanya disetujui Rp 3,1 triliun oleh panitia anggaran.

SURABAYA-Pemprov Jatim melalui PT Petrogas Jatim siap mengucurkan ratusan miliar dana yang dibutuhkan dalam eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas (migas) Blok Cepu di Bojonegoro. Kini disiapkan dana sebesar 300 juta dolar.

JAKARTA-Bank Indonesia (BI) mengakui kebijakan mengarahkan inflasi (inflation targeting) dengan alat suku bunga patokan (BI Rate) belum sempurna.  ''Memang masih ada kegamangan tentang BI Rate. Namun, BI akan coba tetap konsisten dalam menggunakan alat ini.

JAKARTA-Indeks Tendensi Bisnis (ITB) pada triwulan III 2005 sebesar 105,70 meningkat dibanding triwulan II. Hanya saja besarannya terjadi penurunan di bawah 100 yang menunjukkan turunnya optimisme pengusaha. Besaran ITB pada triwulan III 2005 turun 0,61 poin dari 106,31 pada triwulan II menjadi 105,70 pada triwulan III.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA