logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 PANTURA
Line

Puluhan Buruh Pembangunan SMKN 1 Tonjong Datangi DPRD

BREBES - Delapan puluhan buruh bangunan yang mengerjakan proyek pembangunan SMK Negeri 1 Tonjong menggeruduk gedung DPRD Brebes, kemarin siang sekitar pukul 11.00.

Mereka datang didampingi Kepala Sekolah Slamet Riyadi, Ketua Komite Sekolah Saebani, sejumlah guru dan siswa. Maksud kedatangan mereka adalah menuntut agar dana pembangunan sekolah tersebut dapat segera cair sehingga upah para buruh pun terbayarkan.

Mereka datang dengan menggunakan empat mobil bak terbuka. Kedatangan mereka disambut oleh sejumlah anggota Komisi D. Kemudian, bersama dengan Sekda Brebes Bambang Wuryantono, anggota Komisi D, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite Sekolah mengadakan pertemuan tertutup. Sementara itu, sebagian besar buruh ataupun guru yang ikut berdemo menunggu di luar.

Menurut keterangan Kepala SMKN 1 Tonjong Slamet Riyadi seusai pertemuan, sesuai dengan anggaran pembangunan sekolah menghabiskan dana Rp 750 juta. Dana tersebut dari bantuan Pemkab. Namun, hingga saat ini bantuan tersebut belum turun. Padahal, pembangunan gedung sekolah yang meliputi MCK, talut sepanjang 191 meter, dan lima ruang kelas sudah mulai sejak 21 September. Biaya yang sudah dikeluarkan Rp 250 juta.

Selama ini, untuk menutup dana tersebut, pihak sekolah dan komite menalanginya terlebih dulu dengan patungan.

Ditunda

Namun pada 29 Oktober, pembangunan proyek tersebut dihentikan oleh Pemkab dengan alasan ditunda untuk dianggarkan dalam APBD 2006. Namun, penghentian itu tidak melalui surat resmi dan hanya disampaikan secara lisan.

Karena itu, pihak sekolah dan komite tetap meneruskan pembangunan gedung yang sudah berjalan lebih dari 40%. Akibatnya, mereka kesulitan dana sehingga upah buruh tidak terbayarkan.

Mereka pun berkali-kali meminta agar dana dari Pemkab segera dicairkan. Namun, ternyata dana tersebut memang tidak bisa dicairkan untuk Tahun Anggaran 2005.

Slamet mengemukakan, dana yang bisa untuk membayar para buruh hanya dari Pemkab. Untuk itu, mereka terpaksa mendatangi DPRD dan mengadukan permasalahan tersebut.

Selain itu, apabila pembangunan gedung sekolah dihentikan, para siswa tidak bisa belajar dengan nyaman. Selama ini, dari 388 siswa kelas I dan II baru terdapat empat kelas yang bisa digunakan. Jika pembangunan belum selesai hingga tahun pelajaran baru mendatang, ada kekhawatiran para siswa baru yang diterima tidak dapat belajar secara layak.

Sementara itu, Sekda Bambang Wuryantono seusai menggelar rapat tertutup menegaskan, pembayaran dana pembangunan SMKN 1 Tonjong tetap akan dilakukan pada Tahun Anggaran 2006.

Anggaran akan dimasukkan dalam pos bantuan keuangan. Besaran dana pembangunan sekolah tersebut naik menjadi Rp 1,25 miliar. (H17-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA