logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 PANTURA
Line

Menggambar Animasi Penuh Tantangan

MENGGAMBAR animasi bagi kebanyakan orang merupakan pekerjaan yang penuh tantangan. Begitu pula yang dihadapi para animator yang tergabung dalam Animasi Tegal yang bermarkas di Jalan Imam Bonjol Nomor 3 Kota Tegal.

Usaha di bawah komando Izul Satria itu kini sedang mengerjakan pesanan agen animasi Jakarta. Yaitu membuat gambar in between (IB) atau animasi film kartun Spanyol Little Amadeus.

''Animator pemula akan menemui kesulitan dalam pengerjaan IB. Kesulitan itu biasanya ditemui pada gambar yang angle atau sudut yang sulit, seperti bentuk angin lisus atau gambar orang menari,'' ungkap Izul.

Meskipun cukup rumit, karyawan Animasi Tegal tidak merasakan hal itu sebagai kesulitan. Namun, justru menganggap sebagai tantangan yang harus mereka selesaikan dengan baik.

Tangan-tangan terampil dan imajinasi yang cukup kuat dari 30 karyawan di perusahaan itu menentukan penyelesaian order sesuai dengan perjanjian kerja.

Di sebuah garasi mobil yang disulap menjadi ruang kerja itu, para animator mengerjakan gambar-gambar animasi dengan tekun.

Di atas meja kaca dengan lampu neon berdaya 20 Watt, tangan-tangan terampil itu terus menggoreskan pensil 2B standar animasi di atas kertas HVS ukuran kuarto 80 gram.

Mereka juga menggunakan alat untuk menjaga agar gambar tidak melenceng dari standar animasi. Alat tersebut adalah tafo. Selain itu, mereka juga memerlukan karet penghapus dan penjepit kertas dalam pekerjaan itu.

Menurut keterangan bagian pengecekan Heri Santosa, IB merupakan bagian kecil dari animasi. Bagian secara keseluruhan, kata dia, meliputi pembuatan skenario, lay out, key animation, IB, pewarnaan (coloring), dan composing yang meliputi pemaduan gambar dengan latar belakang atau rendering serta editing berikut pengisian suara atau dubbing.

Relatif Cerah

Padahal, untuk pengerjaan IB sebuah film yang terdiri atas 62 episode yang akan segera mereka terima setelah IB Little Amadeus selesai, menurut perkiraan akan selesai dalam dua tahun. Dengan demikian pembuatan film animasi, ujar dia, lebih memakan waktu daripada film dengan aktor sungguhan.

Lebih lanjut Heri mengungkapkan, perkembangan film animasi saat ini relatif cerah. Bahkan pihaknya berharap, usaha animasi di Kota Tegal nantinya tidak hanya mengerjakan IB saja tetapi secara keseluruhan.

Sumber daya manusia (SDM) untuk pekerjaan total itu, ujar dia, sudah siap dan tinggal fasilitas komputer dan perangkat lain yang belum.

''Untuk itu, investor yang mau menanaman modal saat ini butuh untuk pengembangan animasi di Kota Tegal,'' tandasnya. (Siti Kholidah-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA