logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 PANTURA
Line

200 Meteran Ledeng Dicuri

  • Antara Lain di Rumah Wakapolresta Tegal

TEGAL - Pencurian meteran ledeng PDAM tampaknya sedang marak di Kota Tegal. Diperkirakan berlangsung sejak September lalu, sudah 200 meteran yang raib dicuri.

Salah satu meteran yang dicuri adalah dari rumah Wakapolresta Tegal Kompol Dani Hernando SIK. Untuk mengantisipasi merebaknya pencurian meteran, PDAM pun membentuk tim operasi.

Pencurian meteran kebanyakan dilaporkan di Perumahan BTN Nanas, Jl Nanas, Cenderawasih, Kampung Cepaka, Kampung Asem Tiga, Perumahan Pejabat Bank Indonesia, Perumahan Kejaksaan, Jl Samanhudi Kelurahan Debong Tengah, Jl Melati, dan Perumahan Baruna Asri.

''Yang dicuri tidak hanya meteran milik orang berada, melainkan juga orang miskin,'' kata Kasubag Humas PDAM Gufron, Selasa (22/11) kemarin.

Menurut Gufron, yang kemarin ikut terjun ke lapangan untuk operasi, PDAM dalam sehari pernah menerima laporan dari 15 pelanggan yang menyatakan kehilangan meteran. Alat itu umumnya dipasang di luar rumah atau di dalam pagar rumah.

Dikatakan, para konsumen yang meteran ledengnya dicuri harus mengganti meteran baru yang disediakan PDAM dengan harga Rp 137.500. Yang tidak mampu, bisa mencicil tiga kali.

Bawa Dop

Pencuri, sambung Gufron, diduga menjual meteran terbuat dari besi kuningan itu - berat sekitar satu kg - sebagai barang rongsokan dengan harga Rp 25.000. Harga pasar kuningan saat ini Rp 35.000.

''Hebatnya, pencuri saat beroperasi membawa dop. Begitu meteran dilepas, penampang pipa langsung disumbat dop sehingg air tidak mengalir ke luar. Korban baru tahu meteran dicuri, ketika air di kran tidak mengalir,'' ujarnya.

Direktur PDAM Kota Tegal H Hendry Purwanto SE MM mengatakan, ada informasi yang menyebutkan warga Kampung Cepaka dan Asem Tiga pernah menangkap tersangka pelaku, namun dilepas. Sebab, salah satu tangan pelaku cacat.

''Saya dengar pencurian meteran tidak hanya di Kota Tegal, tetapi juga di Slawi dan Brebes. Mungkin ini ekses kenaikan harga bahan bakar minyak,'' katanya.

Diakui, berdasarkan informasi pula, ada beberapa pencuri yang menyamar sebagai petugas PDAM. Mereka berpakaian seragam biru-biru dan naik sepeda motor. Mereka biasanya beroperasi siang hari.

Untuk melacak pelaku, kata Hendry, pihaknya setiap malam menugaskan tujuh karyawan untuk patroli.

Mereka lek-lekan sampai pagi, dengan menyamar sebagai tukang becak atau ojek.

Para petugas PDAM itu dilengkapi surat tugas. ''Alhamdulillah, sejak dioperasikannya tim ini, pencurian mulai jarang,'' tandasnya. Diakui, meteran ledeng di Wakapolresta Tegal juga dicuri.(aj-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA