| Rabu, 23 Nopember 2005 | WACANA |
Surat PembacaSewa Gratis Ultra DiscMenanggapi surat Bp Agung Prasetyo Psi pada 21 November, kami jelaskan yang dimaksud fasilitas gratis adalah tidak dikenakannya biaya sewa disc selama setahun. Uang Rp 250 ribu yang diminta Ultra Disc itu sebagai jaminan. Uang dikembalikan utuh setelah 1 tahun, atau yang bersangkutan mengundurkan diri sebagai member sebelum berakhirnya masa itu. Program sewa gratis 1 tahun diadakan oleh LG Electronics bekerja sama dengan Rental Ultra Disc (bukan Global Elektronik Semarang). Program ini merupakan ''hadiah'' dan jika tidak dimafaatkan juga tidak masalah. Kami, bersama LG Electronics, sudah menemui Bp Agung dan telah menyelesaikan persoalan itu. Harwiyono SH General Affair-HRD Manager Global Elektronik *** Tanggapan Al-Fath Sehubungan Surat Pembaca dari Ibu Eko Rifatin SE yang dimuat 12 November 2005 mengenai hilangnya HP saat belanja di Al-Fath Semarang, manajemen Khasanah Muslim Al-Fath mohon maaf. Kami akan terus berbenah meningkatkan pelayanan, keamanan dan kenyamanan konsumen. Terima kasih kritik dan masukan Ibu terhadap keamanan maupun sikap dan perkataan kami saat menangani permasalahan. Semoga hal tersebut dapat menjadikan kami lebih terjaga dan terus berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Zulaikhah Mercyarumdani SE Manajer *** Tentang Nasmoco Nasmoco Salatiga telah menanggapi keluhan saya pada Surat Pembaca 9 November 2005 dengan datang dan bertemu sore harinya. Dengan ini persoalan telah selesai dan terima kasih atas tanggapan positif serta pelayanannya. Rizal Agus Ariadi Jl Slamet Riyadi 7, Ungaran *** Ujian bagi Kita Sepandai-pandai tupai melompat, akan jatuh juga. Itulah mungkin ibarat yang paling tepat untuk teroris Dr Azahari. Semoga Noordin M Top pun segera tertangkap. Terorisme telah meninggalkan cerita kepedihan. Sebab banyak korban nyawa dan harta benda yang terrenggut.. Kita pantas bertanya, mengapa bisa dijadikan ladang pembantaian oleh warga asing. Kita pantas bertanya kepada Malaysia, apa yang mereka lakukan untuk membantu penangkapan terhadap warganya (Dr Azahari dan Noordin M Top) yang telah membuat kerusakan di negara tetangganya, Indonesia? Mari galang semangat nasionalisme dan persatuan. Jangan mudah diadu domba oleh kelompok yang menamakan dirinya pejuang HAM atau yang mengatasnamakan agama. Siapa tahu mereka memiliki kepentingan terselubung untuk menghancurkan pertahanan bangsa. Berpikirlah secara jernih, tenang dan waspada agar tidak mudah dipermainkan pihak lain. Saya rasa, dari waktu ke waktu banyak negara asing yang begitu "tergiur" ingin menguasai kekayaan alam kita. Kaum kapitalisme dengan berbagai cara, terus berusaha mengikis pertahanan "luar dan dalam". Pengikisan dari luar, mereka berusaha menguasai perekonomian Indonesia dengan berbagai cara termasuk "menggelontor utang" agar utang kita makin menumpuk dan selamanya tergantung kekuatan asing. Akibatnya kebijakan ekonomi kita mudah diintervensi. Termasuk mungkin salah satunya diharuskan menaikkan harga BBM untuk membayar utang kepada mereka (IMF/Bank Dunia). Dengan dalih privatisasi, aset-aset negara pun satu persatu dikuasai asing. Kemudian pengikisan dari dalam, yaitu mereka mencoba bermain dalam ranah ideologis. Artinya, ideologi kita diobok-obok. Mereka mencoba mematahkan Pancasila dengan ideologi lain, entah ideologi agama atau pasar bebas (kapitalisme, liberalisme). Rakyat akhirnya saling berperang ideologi. Jadi menurut saya, terorisme sebenarnya bukan tujuan tetapi sekadar alat untuk mencapai gagasan yang lebih besar (grand design). Kemiskinan dan pengangguran juga persoalan besar yang akan menghancurkan dari dalam. Suprayitno Jl Tlogomukti Tmr I/878, Semarang *** Philips, Mana Hadiahmu? Ketika Philips mengadakan promosi undian berhadiah, anak saya Hananto Sutrisno, Jl Panda Barat 20 Palebon Semarang ikut mengirim beberapa bungkus bekas lampu Philips. Tanggal 30 September 2005, dia mendapat pemberitahuan lewat surat dari Globe Promotion Service (GPS), sebagai pemenang undian TV 15 inch, dengan pajak ditanggung Philips. Dia mengecek lewat telepon dan ternyata benar dan disuruh menunggu sekitar 2 minggu. Kalau tak dikirim agar hubungi langsung pihak Philips. Hari itu juga dia mengisi dan mengirim kembali formulir yang telah disiapkan pihak GPS, lewat fax. Setelah lebih dari 2 minggu TV tak dikirim, dia menghubungi pihak Philips dan mendapat jawaban: ''Sabar, ngirimnya giliran, kan yang dikirimi banyak, tidak Anda sendiri.'' Tapi ternyata hingga kini tidak mendapat kiriman apa-apa. Bagaimana Philips? Kok tidak sesuai dengan promosi undiannya yang menggebu-gebu. Setelah ada pemenangnya, barang kok tidak dikirimkan. Wahono Jl Panda Barat 20, Semarang *** Soal Segel PLN Menanggapi laporan Bapak Sutarno Jl Pucang AnomTimur V/16 Semarang tentang tunggu segel PLN yang dimuat di Surat Pembaca 9 November 2005, kami mohon maaf atas kejadian tersebut dan sekaligus mengucapkan terima kasih atas laporannya. Tanggal 9 November 2005 hari itu juga kami sudah dilakukan pemasangan segel kembali. .Ir M Budisusilo Manajer Area *** Jawaban ABN AMRO Sehubungan Surat Pembaca 10 November 2005 mengenai perilaku staff collection Agency ABN AMRO, kami telah menyelesaikan masalah tersebut dengan Bapak Stefanus W. dan Ibu Silviana Kusumahadi Mulyani pada tanggal 17 November 2005. Sebagai bank yang terus meningkatkan pelayanan dan produknya, kami senantiasa berupaya mengantisipasi maupun merespon permintaan nasabah guna mencapai kepuasan prima dan secara konsisten. Mutiara Mulia Head of Corporate Communication & Public Relations ABN AMRO *** Tentang Diskriminasi di Bandara A Yani Menanggapi Surat Pembaca Sdr Pudjianto SKM Jl Pamularsih I/7 Semarang tanggal 20 November 2005, kami informasikan bahwa larangan bagi pengantar masuk ke ruang boarding lounge (ruang tunggu penumpang) berdasarkan aturan pemerintah. Juga sesuai instruksi Dirjen Perhubungan Udara No 01/INS/IX/2005 tanggal 9 September 2005, tentang penertiban penumpang, barang dan kargo yang diangkut pesawat udara sipil, serta pengawasan orang yang melakukan kegiatan di bandar udara. Berdasarkan instruksi tersebut, Bandara A Yani sejak 14 September 2005 tidak lagi menjual pass harian. Bagi yang telanjur memiliki pass bulanan/tahunan, hanya diizinkan sampai de-ngan wilayah check in area. Instruksi tersebut semata-mata untuk peningkatan keamanan bandara. Namun kami tidak menutup mata, masih ada petugas yang melanggar ketentuan dengan mengizinkan seseorang memasuki wilayah yang seharusnya memang tidak dibenarkan lagi (karena orang tersebut sudah diketahui/dikenal identitasnya). Untuk itu kami telah me-lakukan pembinaan dan teguran langsung. Kami berterima kasih kepada Sdr Pudjianto, bagaimana pun hal tersebut merupakan kritik membangun. Semoga di saat negara memang memerlukan tingkat pengawasan keamanan yang lebih baik, apa yang kami lakukan tersebut dapat dimengerti oleh masyarakat. Manager Operasi Harjoso T SS |