logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 NASIONAL
Line

Cuci Otak Butuh 3-6 Bulan

KOTA-Berapa waktu yang dibutuhkan Noordin M Top untuk mencuci otak orang-orang di jaringannya, agar mau menjalankan perintah bom bunuh diri?

Jawabnya bervariasi. Namun secara teoretis, menurut Prof Dr dokter HM Syamsulhadi SpKJ, paling cepat 3-6 bulan untuk mencuci otak seseorang hingga tataran bersedia melakukan bom bunuh diri.

''Kalau cuci otak sebagaimana teori Sigmund Freud, memang butuh waktu antara 2 dan 5 tahun. Tapi dengan cara-cara singkat sekarang, 3-6 bulan sudah cukup untuk mencuci otak orang untuk mengikuti keinginan yang mencucinya. Tapi itu waktu minimal dan hasilnya bervariasi bergantung pada kondisi orang itu,'' kata guru besar ahli kesehatan jiwa itu, kemarin.

Sebagai muslim, Rektor UNS Solo itu setuju terhadap pendapat MUI, yakni pelaku bom bunuh diri yang menyatakan tindakannya sebagai jihad dan diterima di surga setelah mati adalah anggapan yang tidak benar.

Tetapi sebagai psikiater, dia menjelaskan, untuk mencapai tahapan sampai mau menjalani bom bunuh diri harus ada kepercayaan sangat dalam yang hanya bisa diperoleh dari brainwashing atau cuci otak. Pelaksanaannya bisa berkelompok atau orang per orang.

''Brainwashing dilakukan sistematik oleh orang-orang yang sangat meyakinkan dengan berbagai argumentasi dan dasar-dasar. Paling cepat masuk adalah dasar agama. Oleh perekrut ditanamkan keyakinan bahwa bom bunuh diri itu sebagai jihad melawan kekufuran. Pola cuci otak itu akan mengubah pola berpikir dan perilaku seseorang,'' paparnya.

Garis besar penahapannya, lanjut dia, dimulai dari reedukasi (pendidikan kembali), lalu restrukturisasi kepribadian, dan keyakinan, dan selanjutnya program dalam praktik-praktik atau implementasi. (D11-27t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA