logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 NASIONAL
Line

Cari Teroris, Polisi Gerebek Panti Asuhan

SEMARANG- Pemburuan pada buron teroris Noordin M Top dan kaki tangannya terus digencarkan. Kemarin, polisi menggerebek kompleks panti asuhan dan Perguruan Islam Darus Sa'adah di Jl Karang Ingas, RT 3 RW 7, Kelurahan Tlogosari Kulon, Pedurungan, Kota Semarang

Belasan polisi yang diperkirakan anggota Polwiltabes mendatangi tempat itu untuk mencari seorang pria berwajah penuh cambang. Tak diketahui secara pasti siapa yang dicari, namun diduga adalah Dwi Widyarto alias Wiwid (33), yang lolos saat penyergapan di Jl Menjangan Dalam II No 3 beberapa waktu lalu.

Kemungkinan lain, polisi sedang memburu Subur Sugiarto alias Abu Mujahid (32), warga Perumahan Kaliwungu Indah, yang disebut-sebut pernah me- nyembunyikan Noordin M Top. Ada pula yang menduga, orang yang dicari tak lain Noordin M Top.

Pengelola panti asuhan dan TK-MI-MTs Darus Sa'adah, Drs Ahmad Mutohar As'ad, menuturkan, belasan polisi yang berpakaian preman datang sekitar pukul 15.30. Kepada Mutohar, salah seorang polisi menunjukkan foto seorang lelaki tak dikenal.

''Wajah pria pada foto yang ditunjukkan kepada saya itu berewokan. Saya tidak pernah melihatnya. Saya juga bilang kepada polisi, di sini tidak ada orang yang berwajah seperti itu,'' ujar Mutohar, yang tinggal di bagian belakang kompleks panti asuhan.

Apakah orang itu mirip Noordin M Top? Mutohar mengatakan, sekilas memang agak mirip, tapi tidak persis seperti gambar Noordin yang disebarluaskan polisi selama ini.

Dia mengaku tidak tahu dari kesatuan mana rombongan polisi yang datang naik tiga mobil itu. Mutohar tak sempat menanyakan.

Setelah memperlihatkan foto, aparat kemudian menyisir seisi kompleks panti asuhan dan sekolah di belakang Masjid Baitus Sa'adah tersebut. Kelas-kelas diteliti satu per satu. Beberapa kamar asrama yang ditempati penghuni panti asuhan juga diperiksa. Bahkan, kamar mandi pun tak luput dari amatan.

Kedatangan polisi membuat belasan remaja penghuni asrama bertanya-tanya. Mereka bingung bercampur takut melihat banyak polisi tiba-tiba datang menggeledah.

Di tengah-tengah penggerebekan, tiba-tiba polisi menangkap Kamal (20), salah seorang keponakan Mutohar. Dia dicurigai lantaran berlari menuju salah satu ruangan. Sekujur tubuh Kamal digeledah. Tapi sesaat kemudian dia dilepas.

Rupanya Kamal berlari karena menghindari hujan setelah mengambil jemuran.

''La wong saya tidak ngapa-ngapain kok, cuma mau berteduh karena hujan,'' ujar Kamal sambil tersenyum kecut.

Ketegangan muncul ketika belasan polisi itu mendadak berlarian ke arah kebun di bagian belakang. Mereka seperti mengejar seseorang. Tapi tak jelas siapa yang dikejar.

''Seperti polisi sedang mengejar pencuri. Tapi kok tidak ada yang ditangkap,'' ujar Mutohar menggambarkan peristiwa di depan matanya.

Sekitar 15 menit kemudian polisi meninggalkan lokasi tanpa membawa hasil. Hingga menjelang petang, beberapa anggota Polwiltabes masih tampak mondar-mandir di jalan depan panti asuhan. (G3-60t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA