| Rabu, 23 Nopember 2005 | NASIONAL |
Istri Korban Masih di LondonPERISTIWA perampokan yang menimpa Darwito (45), warga Dusun Penganten, Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, mengguncang kedua anak korban, Galuh (16) dan Gustianto (3). Sebab, perampok itu tidak hanya membawa sepada motor dan ponsel korban, tetapi juga sadis, dengan menghabisi nyawa korban. Sementara itu, istri korban, Suratin (38), tidak berada di rumah. Ya, sejak beberapa tahun silam, dia meninggalkan suami dan kedua anaknya untuk bekerja di London sebagai tenaga kerja wanita (TKW). Praktis, kedua anak itu harus menanggung beban berat tanpa belaian ibu mereka. Keluarga korban langsung mengurus jenazah Darwito. Kini, Galuh dan Gustianto diungsikan ke tempat nenek mereka, tak jauh dari rumah mereka. Kedua anak itu mengalami goncangan jiwa atas kejadian tersebut. Sukini, kakak korban, tak kuasa mengungkapkan sedihnya. Matanya berkaca-kaca saat ditanya tentang kejadian itu. ''Galuh dan adiknya ada di sini. Kasihan dia,'' katanya lirih. Sementara itu, warga sekitar terlihat bergotong royong mendirikan tenda di depan rumah ibu korban. Isak tangis terdengar dari dalam rumah itu. Selama ini, korban dikenal sebagai lelaki yang baik terhadap sesama. Darwito, pengusaha mobil carteran, juga tidak pernah punya persoalan dengan warga lain. Kasus itu pun menjadi perhatian masyarakat, apalagi pelakunya sangat sadis. Puluhan warga bergerombol di sekitar rumah korban. Mereka ingin mengetahui lebih dekat lokasi kejadian. Sementara itu, untuk keperluan penyelidikan, aparat kepolisian memasang garis polisi di rumah korban. Perampokan tersebut mengundang pertanyaan warga, sebenarnya siapa yang tega melakukan tindakan itu. Warga hanya berharap, aparat kepolisan cepat mengungkapnya. ''Di desa kami, baru kali ini ada perampokan, bahkan sampai ada korban jiwa,'' kata Kades Putat, Ustadi. (Aris Mulyawan-18h) |