| Rabu, 23 Nopember 2005 | NASIONAL |
Salah Jalur, 4 Penumpang Carry Tewas
KAJEN- Empat orang tewas, seorang luka berat, dan seorang lagi luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas di jalan raya Siwalan Kabupaten Pekalongan, dini hari kemarin. Yaitu Suzuki Carry B-8962-IH bertabrakan dengan bus Safari Dharma Raya B-7168-NM. Berdasarkan keterangan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 01.00. Waktu itu Carry biru dongker melaju dari timur. Ketika mendekati Jembatan Siwalan yang berlajur dua, tiba-tiba mobil tersebut masuk ke jalur kanan. Secara bersamaan, dari arah berlawanan meluncur dua bus Safari Dharma Raya jurusan Jakarta-Solo secara beriringan. Bus pertama berhasil menghindari mobil yang salah jalur tersebut. Bus kedua karena sudah terlalu dekat tak bisa menghindari. Akibatnya, bus itu menghantam Carry. Carry terlempar ke tepi jalan dalam kondisi hancur dan nyaris tak berbentuk. Sementara itu, bus oleng dan masuk sawah. Pengemudi Carry, H Nasrullah Rasul (45), warga Cantigapetir RT 4 RW 6 Cipondoh, Tangerang, tewas seketika. Sedangkan penumpangnya, Lukman (28), juga warga Cantigapetir, Zahirman (40), warga RT 4 RW 4 Desa Gunungraja, Lubai, Muaraenim, Palembang, dan Siti Halimah (70), penduduk Palembang, juga tewas. Belum Sadar Seorang penumpang lainnya, Syarif Hidayatullah (18), warga Cipondoh, Tangerang, luka berat dan masih dirawat intensif di RSUD Kraton Pekalongan. Sedangkan pengemudi bus Safari Dharma Raya, Sulistiana Cakra Wijaya (35), luka ringan. Saat ini dia sedang diperiksa di Mapolres Pekalongan di Kajen. Sementara itu, penumpang bus lainnya selamat dan dipindahkan ke bus lain untuk meneruskan perjalanan. Polisi yang datang ke lokasi kejadian segera memberikan pertolongan dan mengamankan arus lalu lintas, hingga kemacetan bisa dihindari. Bus yang masuk ke sawah baru bisa diangkat dan diamankan di area Pos Polisi Siwalan sekitar pukul 06.00. Kasat Lantas AKP Yayat Syarif Hidayat didampingi Kanit Laka Iptu Riky Iswoyo menjelaskan, belum diketahui penyebab kecelakaan tersebut. ''Kami belum tahu kenapa mobil Carry bisa salah jalur, sebab satu-satunya saksi di dalam mobil belum sadar dan masih dirawat di RSUD Kraton,'' ujar Riky. Sementara itu, sekitar pukul 04.00 kemarin, halaman belakang RSUD Kraton, tepatnya di depan ruang jenazah, tampak dipenuhi orang. Kedatangan mereka ke tempat itu untuk mengantarkan jenazah empat orang yang menjadi korban kecelakaan antara bus Safari Dharma Raya B-7168-NM dan Suzuki Carry B-8962-IH di jalan raya Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Keempat mayat yang telah dipindahkan dari mobil ke ruang jenazah itu akibat luka-luka yang sangat parah. Sementara itu, seorang korban lagi, Syarif Hidayatullah, saat ini masih dirawat di ruang UGD Wijaya Kusuma RSUD. Dia tidak dapat tidur nyenyak lantaran setiap menit selalu mengerang kesakitan. Meskipun sudah bisa membuka mata, korban saat diajak bicara perawat tak menjawabnya. Sorot matanya menerawang ke langit-langit kamar. "Akibat kecelakaan itu, dia luka yang cukup serius, sehingga saat ini masih dalam pengawasan dokter spesialis saraf dan bedah," ujar seorang dokter. Dari Magelang Menurut pengakuan salah seorang keluarga korban, sebelum kecelakaan para penumpang Suzuki Carry itu bepergian dari Kota Magelang. Setelah itu mereka bermaksud pulang ke rumahnya di daerah Tangerang. Namun, sesampainya di tempat kejadian mereka kecelakaan sehingga empat orang tewas seketika. Berdasarkan informasi, pihak keluarga keempat orang yang tewas telah datang ke rumah sakit untuk mengambil jenazah. Namun, karena hanya membawa uang secukupnya, akhirnya mereka meminta keempat jenazah tersebut dimakamkan di Kota Pekalongan. Hal itu dibenarkan Kasatlantas Polres Pekalongan, AKP Yayat Syarif Hidayat. Setelah menghubungi salah satu keluarga korban, yakni istri Nasrullah Rosul, Yayat langsung mengabarkan peristiwa tersebut. Saat mendengar kabar itu, istri Nasrullah awalnya hanya terdiam. Namun, beberapa saat kemudian dia pun akhirnya mau berbicara. Wanita itu menyatakan telah menerima musibah yang menimpa suami dan saudara-saudaranya. "Saya ikhlas. Biarlah mereka dimakamkan di Pekalongan," ujar dia.(G16,H4-54t) | ||||