| Rabu, 23 Nopember 2005 | MURIA |
Kali Pecangaan Perlu Prioritas Pemantauan
JEPARA - Bencana banjir yang melanda (terutama) kawasan selatan Jepara pada tahun-tahun lalu, masih menjadi momok para warga. Sebagaimana diungkapkan H Sholihin, petani Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Jepara. "Di kawasan seperti inilah, kami berharap Pemkab melakukan pemantauan. Upaya-upaya penganggulangan yang sifatnya darurat, perlu segera dilakukan sebelum banjir melanda," ucapnya, kemarin. Dia mengatakan, ada beberapa titik limpasan air yang baru akan diselesaikan Pemkab pada 2006. Ia mencontohkan di kawasan Kali Troso, tepatnya di perbatasan Sungai Kaligawe dan Kali Troso di areal persawahan Troso. Sungai dengan lebar lebih kurang 10 meter itu, kini kondisinya sudah dangkal. Titik lain yang dia sebut adalah di SWD II, dekat Bendung Kembung Kempis di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan. Prioritas pemantauan perlu difokuskan pada Kali Pecangaan. Akibat arus deras dari kawasan pegunungan, sungai dengan luas sekitar 20 meter itu pada 7 Januari 2005 lalu melimpas setinggi satu meter sepanjang satu kilometer. Limpasan air tersebut, menerjang kawasan perkampungan dan sawah-sawah penduduk. Beberapa waktu lalu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten (DPUK) melakukan normalisasi darurat. Sungai sepanjang empat kilometer itu, menurut rencana baru akan dinormalisasi pada 2006. "Kami juga berharap beberapa pekerjaan normalisasi bisa segera diselesaikan, karena hujan sudah mulai turun," imbuhnya. Dihilangkan Mahalli, warga Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, juga berharap tanggul-tanggul di tengah sungai SWD II desa setempat yang dibuat petani untuk membendung air juga bisa dihilangkan agar pembuangan air saat hujan bisa lancar. Menanggapi hal itu, Kabid Pengairan DPUK Jepara, Njarji ST menyatakan, sedini mungkin pihaknya sudah mengevaluasi dan melakukan langkah-langkah penting untuk mengantisipasi banjir. "Untuk titik-titik sungai yang airnya rawan melimpas, kami mulai melakukan pemantauan," ucapnya. Dia menambahkan, normalisasi sejumlah sungai pada 2005 merupakan bagian dari langkah antisipasi itu. Baru-baru ini, DPUK menormalisasi beberapa jalur sungai, di antaranya Kali Penggung sepanjang empat kilometer --mulai dari Desa Pecangaan Kulon hingga masuk SWD II sebelah selatan Desa Kaliombo-- dengan bantuan dana Ingub sebesar Rp 300 juta. Normalisasi itu, memang masih ada yang belum selesai, tepatnya untuk saluran pembuangan lewat jalan raya Desa Kaliombo yang sampai kini masih dikerjakan. Selain itu, normalisasi juga sudah dilakukan di Bendungan Pecangaan dan Sungai Kaweden yang melintas di Desa Margoyoso dan Desa Purwoyoso, serta masuk Desa Manyar Gading sampai ke Desa Batukali.(H15-17a) |