logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 23 Nopember 2005 MURIA
Line

Pemilik Hotel Diminta Buat Laporan Harian

REMBANG - Kapolres AKBP Drs Agung Wicaksono MSi mengemukakan, Rembang merupakan daerah lintasan bagi orang yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya atau sebaliknya.

"Karena itu, harus diwaspadai jika ada orang yang mencurigakan. Siapa tahu penjahat atau kelompok Noordin M Top yang kini diburu polisi," tandasnya, kemarin.

Menurut dia, Rembang memiliki jalur pantura kurang lebih 60 kilometer. Secara administratif, daerah ini juga menjadi tonggak perbatasan Povinsi Jateng dan Jatim.

Karena itu, Polres memperketat pengawasan terhadap setiap kendaraan yang melintasi daerah tersebut. Orang asing (belum dikenal) juga diawasi ketat. Semua itu sebagai upaya menangkap anggota kelompok Dr Azahari sekaligus mengamankan daerah yang menjadi markas Tim PSIR tersebut.

Menurut dia, pemburuan terhadap pelaku teror bom tidak hanya dilakukan melalui operasi di jalan-jalan raya. Setiap hari, polisi juga menyisir pantai, jalan-jalan tikus, bahkan hutan.

Waspada

Ditanya tentang kemungkinan kelompok Dr Azahari bersembunyi di Rembang, dia mengatakan, belum ada bukti. Namun untuk mengantisipasi masalah itu, semua pemilik hotel/penginapan diminta membuat laporan harian, khususnya soal tamu yang menginap.

Tak hanya itu, semua pengelola rumah kos/rumah kontrakan termasuk pondok pesantren, juga diminta waspada. Caranya, bila ada penghuni baru sebaiknya segera lapor ke RT masing-masing.

Dia juga menekankan kepada seluruh petugas rumah sakit dan puskesmas, ikut membantu polisi yang sedang memburu para pelaku teror bom.

Caranya, dengan memberikan informasi secepat mungkin bila menjumpai pasien yang mencurigakan seperti menderita luka tembak. (jl-17m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA