logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SALA
Line

DPRD Perjuangkan Penambahan Kuota

SUKOHARJO - Anggota Komisi VI DPR RI Ariabima menyatakan, Dewan kini tengah memperjuangan penambahan kouta bantuan beras bagi keluarga miskin. Menurut anggota FPDI-P itu, beras miskin (raskin) yang kini dibagikan tidak sebanding dengan jumlah warga miskin yang ada. Dengan demikian tidak semua keluarga miskin mendapatkan.

''Bahkan jumlah keluarga miskin yang sesungguhnya lebih dari dua kali dari keluarga miskin yang menerima raskin sekarang. Sebagai perbandingan, keluarga miskin yang menerima subsidi tunai langsung (SLT) jumlahnya lebih dari dua kali penerima raskin,'' kata dia sebelum bertolak ke berbagai kota/kabupaten se-eks Karesidenan Surakarta untuk memantau penyaluran raskin bagi masyarakat yang membutuhkan.

Selain memantau penyaluran raskin bagi masyarakat yang membutuhkan di beberapa kota/kabupaten se-eks Karesidenan Surakarta, tiga anggota DPR RI yang melakukan reses, Ariabima, Ganjar Pranowo, dan Cheppy Wartono serta anggota DPRD Jateng Bambang Munadjad juga memantau distribusi pupuk urea bersubsidi. Selain itu, mereka juga melakukan dialog dengan para petani, terkait dengan rencana pemerintah mengimpor beras dari Vietnam yang justru dinilai menyengsarakan para petani. Sehari sebelumnya di Kabupaten Banjarnegara dan Purworejo, mereka juga melakukan hal yang sama.

Sementara itu, dalam sidaknya di wilayah Nglawu Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, para anggota DPR RI yang didampingi Bupati Sukohajo Bambang Riyanto itu menerima keluhan dari kepala desa setempat, Sularman. Dia mengaku, pihaknya terpaksa membagi adil raskin yang diterimanya dari Pemkab itu kepada hampir seluruh keluarga miskin yang membutuhkan.

20 Kilogram

Dengan demikian keluarga miskin yang seharusnya menerima raskin 20 kilogram itu terpaksa menerima dalam keadaan tidak penuh. Rata-rata mereka hanya menerima 4-5 kilogram. ''Terpaksa ini kami lakukan. Kami sudah mengajukan tambahan jatah raskin, tapi hingga kini belum dipenuhi,'' ujar dia saat berdialog.

Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI Ganjar Pranowo mengemukakan, raskin yang kini disalurkan pada keluarga miskin sangat layak dikonsumsi masyarakat. Ia menduga, munculnya keluhan dari beberapa elemen masyarakat akan raskin yang tidak layak merupakan upaya sistematis dari beberapa kelompok untuk menjatuhkan wibawa pemerintah.

Ganjar mengaku, beberapa bulan sebelumnya memang terjadi keluhan di masyarakat bahwa raskin yang disalurkan pada masyarakat ada yang jelek, tapi tidak seluruhnya.

Pengakuan Ganjar dibenarkan Rizal Effendi, Kasub Divre III Bulog Wilayah Surakarta dan sekitarnya yang diundang mendadak oleh anggota DPR RI saat sidak. Menurutnya, raskin yang dibagi ke masyarakat pada bulan Oktober dan November tahun ini adalah hasil panen bulan Januari dan Februari 2005.(G11,G8-55v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA