| Selasa, 22 Nopember 2005 | SALA |
Ditinggal Kunker, Gedung DPRD KosongKLATEN - Gedung DPRD Klaten seminggu ke depan dipastikan kosong tanpa kegiatan. Pasalnya, ke-45 wakil rakyat ramai-ramai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Jakarta. Kegiatan ''menimba ilmu'' tersebut dimulai Senin (21/11) hingga Sabtu (26/11). Tak heran kondisi tersebut mendapat kritikan Aliansi Rakyat Anti Korupsi Klaten (ARAKK) yang menilai anggota DPRD tidak memiliki empati terhadap rakyat. Seperti yang dikemukakan Koordinator ARRAK Abdul Muslich bahwa kepergian para wakil rakyat ke Jakarta membuktikan mereka melupakan konstituennya. Rakyat dirangkul selagi dibutuhkan, setelah tujuan tercapai dilupakan. ''Sepulang mereka nanti, kami akan menagih janji. Apakah hasil kunker sebanding dengan dana yang dikeluarkan. Saya rasa ini wajar karena dana yang digunakan untuk kegiatan studi banding adalah uang milik rakyat.'' Sudah Diagendakan Dikatakan, seharusnya anggota DPRD merasa malu dengan rakyat. Wakil Ketua DPRD Anang Widayaka menjelaskan, kunjungan kerja sudah diagendakan dalam APBD 2005. Semua anggota di empat komisi bersama-sama melaksanakan kunjungan kerja dengan tujuan Jakarta. Sejumlah agenda telah disusun sesuai komisi atau bidangnya. Misalnya, Komisi IV ke Departemen Pendidikan dan Departemen Kesehatan. ''Semua agenda sudah dibahas secara matang, jadi kepergian para anggota dewan tidak bersifat hura-hura,'' jelasnya. Selain itu, seluruh anggota juga akan mengadakan dialog dengan para wakil rakyat atau yang mewakili Klaten seperti Dedi Sutomo dan Aria Bimo. Dalam kesempatan tersebut, mereka akan ''ditodong'' dengan janji saat kampanye lalu untuk membawa aspirasi masyarakat yang diwakili. Dialog juga akan dihadiri perwakilan masyarakat Klaten di Jakarta. ''Dari dialog diharapkan ada kesamaan pandang cara memajukan daerah.'' Wakil Ketua asal FPG ini juga membantah anggapan bahwa studi banding tersebut merupakan hadiah suksesnya pilkada yang dimenangkan pasangan calon Golkar, Sunarno-Samiadji.(G10-55v) |