logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SALA
Line

Jalan Tembus Tawangmangu-Magetan Terhambat Pembebasan Tanah

KARANGANYAR - Belum selesainya pembebasan lahan untuk jalan tembus Karanganyar-Magetan, membuat Gubernur Jateng, H Mardiyanto, turun sendiri ke lokasi untuk mengecek perkembangan megaproyek senilai Rp 100 miliar itu, Senin (21/11) kemarin.

"Proyek itu melibatkan Pusat, Pemprov Jateng dan Jatim, serta Kabupaten Karanganyar dan Magetan. Istilahnya, proyek yang dikeroyok rame-rame, sehingga satu sama lain harus saling mendukung, karena semua terlibat,"ujar Gubernur di sela-sela meninjau lokasi jalan tembus di Desa Gondosuli, Tawangmangu itu.

Menurut Gubernur, Pemprov Jateng menargetkan untuk menyelesaikan jalan yang menghubungkan Karanganyar (Jateng)-Magetan (Jatim) tersebut pada 2007.

Pasalnya, pembangunan jalan itu berkait erat dengan kepentingan masyarakat, sehingga Pemerintah bertekad segera menyelesaikannya sesuai dengan jadwal, yakni pada 2007. Berkenaan dengan itu, segala hal yang berkait harus segera diselesaikan, termasuk pembebasan lahannya.

"Pada 2005 ini, target kami pengerasan jalan sepanjang 1,5 kilometer dari jatah Pemprov Jateng sebanyak 9,5 kilometer. Pada tahun berikutnya, delapan meter sisanya akan dikerjakan, karena kalau harus selesai satu tahun ini, tidak memungkinkan," paparnya.

Gubernur menyadari, pembebasan lahan di Karanganyar mengalami keterlambatan karena harus membebaskan tanah yang sebagian besar milik penduduk. Praktis, prosesnya pun lebih lama, karena harus tawar menawar harga dan sebagainya.

Nonteknis

Untuk wilayah Kabupaten Magetan, pembebasan tanah sudah selesai beberapa waktu lalu, mengingat sebagian tanah yang digunakan untuk jalan itu adalah milik Perhutani yang notabene sama-sama milik pemerintah.

"Untuk Karanganyar memang berat, karena banyak tanah milik penduduk. Namun berdasarkan informasi Bupati Rina, Pemkab menjadwalkan akhir tahun ini prosesnya bisa rampung" katanya.

Menanggapi soal nonteknis, Rina memastikan pembebasan tanah tahap tiga terus berlanjut. Bahkan, pinjaman untuk pembayaran tanah warga yang terkena proyek kepada Bank Jateng senilai sekitar Rp 14 miliar sudah disetujui dan tinggal menunggu pencairannya.

Gubernur menambahkan, akses Jateng-Jatim sebenarnya sudah ada. Hanya ke depan, dibangun yang lebih baik untuk memperlancar arus lalu lintas Jateng-Jatim dan meningkatkan perekonomian di kedua provinsi itu.

Dalam rangka pembangunan jalan tembus, kata Gubernur, ia selalu berkomunikasi dan kerja sama dengan Pemprov Jatim agar persoalan yang menyangkut jalan tembus itu dapat segera selesai.

Sebelumnya, Gubernur sempat meninjau kantor pelayanan terpadu di Sragen, serta menyerahkan bantuan untuk pembangunan SDN 1 Lemahbang, Kecamatan Jumapolo, sebesar Rp 250 juta. (G18,G19-55a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA