logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SALA
Line

"Akan Dibangun Dinding Permanen"

KARANGANYAR - Staf Teknis Pembangunan Jalan Tembus Karanganyar-Magetan dari Dinas Bina Marga Pemprov Jateng Joko Winangun ST mengemukakan, pelaksana proyek sudah melakukan sejumlah kiat agar bukit yang sedang dikerjakan untuk megaproyek tersebut tidak longsor ke permukiman warga.

Hal itu dilakukan dengan membangun dinding penahan permanen dan antisipasi teknis dengan memiringkan pengeprasan ke arah utara. Dengan teknik tersebut, air diharapkan menggerojok ke arah utara dan tidak jatuh ke permukiman warga.

"Dengan antisipasi tersebut secara teknis sudah meminimalkan dampak longsor yang dikhawatirkan warga," ujarnya ketika ditemui di lokasi proyek, kemarin.

Kendati saat ini pelaksana proyek hanya memasang dinding penahan dari bambu, hal itu sifatnya hanya sementara. Menurutnya, dalam waktu dekat dinding penahan permanen akan didirikan untuk menahan supaya tanah tidak longsor. Ia berharap warga bisa bersabar lantaran pembangunan tersebut memerlukan proses dan waktu. Sebagai antisipasinya, pelaksana proyek mengalirkan air ke arah utara atau menjauhi permukiman warga. Jika beberapa waktu terakhir terjadi longsor, menurutnya hal itu hanya sebagian kecil.

"Namanya juga bukit dikepras, kalau ada tanah yang jatuh ke bawah dan jumlahnya sedikit itu wajar. Namun kami perkirakan hal itu tidak membahayakan. Apalagi air sudah dialirkan ke utara menjauhi permukiman warga," paparnya.

Adapun dinding penahan tersebut saat ini sedang dimulai pengerjaannya. Pekerja terlihat sedang membangun fondasi dinding yang direncanakan sepanjang 40 meter dengan tinggi sekitar dua meter.

Joko mengungkapkan, sebelum pembangunan dimulai, pelaksana proyek sudah bersilaturahmi dengan warga. Selama ini hubungan yang dibina antara pelaksana proyek dan masyarakat sekitar berjalan baik. Ia juga mengaku telah menerima keluhan tentang permukiman yang terendam air akibat pengeprasan bukit. Namun tentang belum adanya tindak lanjut, Joko membantah jika hal itu disebut sebagai ketidakpedulian.

"Sambil menjalankan proyek, kami juga berpikir keras bagaimana mengantisipasi hal itu. Kami berharap warga bisa bersabar," paparnya. (G18-55n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA