| Selasa, 22 Nopember 2005 | SALA |
Ken Dedes Tampil Atraktif di HUT BrimobPERTUNJUKAN musik open air yang terasa makin langka sejak kenaikan harga BBM, malam Minggu 19 November lalu digelar di Asrama Kompi Brimob BS Polwil Surakarta yang berlokasi di Desa Telukan, Grogol, Sukoharjo. Namun karena hujan deras mengguyur Kota Solo dan sekitarnya lebih sejam hingga pukul 21.00, banyak warga sekitar yang malas keluar rumah dan malam panjang itu jalan-jalan terasa sepi. Meski suasana malam itu terasa dingin, tetapi pertunjukan yang digelar Clara Enterprise dan Menara Gading light dalam rangka HUT Brimob ke-60 itu tetap tampak hidup. Karena begitu pukul 21.00 tanda pertunjukan akan dimulai, hujan pun reda dan para penonton mulai mendekat panggung megah yang didirikan di atas lapangan asrama Brimob itu. Tak sia-sia Wawan (MC) berteriak-teriak mengajak sekitar seribu penonton mendekati panggung, saat jingle lagu-lagu pembukaan khas OM Ken Dedes diperdengarkan. Tak banyak komentar, Wawan segera memanggil Risma Matabola untuk menggebrak malam dingin itu dengan lagu panas, "Wakuncar". Terpancing oleh aksi panggung Risma dan nuansa panas lagu itu, penontonpun langsung larut dan berjingkrak-jingkrak. Begitu pula saat Ayu Kania mengantarkan lagu baru "Menor" yang digarap bernuansa campurari itu, hingga para penyanyi lain seperti Ratna Monika, Carolina dan Wawan sendiri yang bergiliran tampil menyuguhkan lagu-lagu, yang dijamin bisa membuat para penonton tidak kedinginan. Sedot Perhatian Seperti biasa, setiap OM Ken Dedes (Karanganyar) itu tampil, pasti banyak menyuguhkan aksi dan adegan yang menyedot perhatian. Misalnya, bagaimana ulah Ayu Kania ketika memanjat tiang panggung sambil berjoget dan bernyanyi. Begitu pula Ratna yang digendong Wawan ketika duet dalam lagu Mandul. Pertunjukan malam itu berakhir kurang lebih pukul 23.00 penampilan para artis cukup memuaskan, karena diperkuat sumbangan para personel Brimob yang cukup memukau pula. Dan malam itu, grup OM Ken Dedes tampil dengan lengkap dan habis-habisan, hingga secara kualitas sebagai pengiring mereka tergolong luar biasa. Sebab, duet melodi antara Deden dan Rusdi yang selalu tampil atraktif namun tetap menjaga harmoni, mampu membuat iringan menjadi lebih hidup. Belum lagi bila menyimak aksi Salimin dalam memainkan seruling, Asnan (kendang), Ateng dan Iwan duet keyboard, Talis (bas), Sigun (ritem) dan Yono (drum). "Saya juga heran, kenapa teman-teman ini bisa ngumpul komplet. Mereka itu memang sudah kebanyakan duit karena malang-melintang di mana-mana. La sekarang pada kangen ingin ngumpul," ujar Joko Manggis, pimpinan OM Ken Dedes itu. Menurut M Harno AR, pimpinan Clara Enterprise, memang tidak semua jenis pertunjukan open air menjadi langka. Dan hanya dukungan sponsor untuk pertunjukan spontanitas seperti dalam rangka hari jadi Brimob macam ini, yang disebut amat langka. Mungkin hanya pertunjukan berskala besar dengan menampilkan grup band terkenal di seputar Lebaran lalu, yang tampak masih tetap berlanjut. (Won Poerwono-36) |