logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 22 Nopember 2005 SALA
Line

Dana Renovasi Rp 481,3 Juta Dinilai Bermasalah

  • Dewan Sidak 10 Pasar

KARANGASEM - Komisi III DPRD Surakarta segera memanggil Kepala Dinas Pasar Rusmanto menyusul ditemukannya berbagai masalah dalam renovasi sejumlah pasar tradisional. Komisi III akan minta pertanggungjawaban Dinas Pasar atas dana renovasi pasar senilai Rp 481,3 juta yang dianggarkan dalam APBD 2005.

"Kami akan memanggil Kepala Dinas Pasar untuk minta pertanggungjawaban anggaran renovasi itu," kata Sekretaris Komisi III Epi Rizandi, di sela-sela inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Burung Depok, Manahan, kemarin.

Seusai mengikuti rapat paripurna penyampaian hasil pembahasan Pansus Raperda Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ), tujuh anggota Komisi III, yakni Epi Rizandi, Supriyanto, YF Sukasno, Honda Hendarto, Yuli Purwaningsih, dan M Fajri melakukan sidak ke sepuluh pasar yang menerima dana bantuan renovasi dan pemelihaan pasar.

Kesepuluh pasar itu adalah Pasar Burung Depok, Ngemplak, Tanggul, Kembang, Kadipolo, Kliwon, Gading, Gede, Legi, dan Jungke. Menurut mereka, setiap pasar menerima bantuan Rp 30 juta-Rp 50 juta.

Di Pasar Burung Depok yang mendapat giliran pertama sidak, sepertinya tidak ada perubahan yang cukup nyata setelah mendapatkan bantuan dana renovasi. Memang ada sejumlah perbaikan dan pembangunan di pasar itu seperti pembuatan dan perbaikan pintu masuk pasar, perbaikan paving di sejumlah lorong pasar, dan pembuatan lorong saluran dengan menjebol kios.

Anggaran Sebelumnya

Namun menurut anggota Komisi III YF Sukasno, pembangunan itu tidak sesuai dengan nilai proyek yang diajukan dalam rancangan anggaraan satuan kerja (RASK) pada APBD 2005. Bahkan diduga perbaikan pasar tersebut masih menggunakan anggaran sebelumnya.

"Kalau tidak digunakan untuk pemeliharaan pasar, lalu dikemanakan dana itu? Lagi pula kalau tidak digunakan sekarang, kapan lagi akan digunakan? Apalagi Tahun Anggaran 2005 sudah hampir habis," tandas anggota Komisi III lainnya, Supriyanto.

Secara terpisah, Kasubdin Kebersihan dan Pemeliharaan Pasar pada Dinas Pengelolaan Pasar Ir Yob S Nugroho mengakui, pemeliharaan dengan sistem tambal sulam itu hasilnya tidak terlihat.

"Selama ini, ada beberapa kerusakan kecil, misalnya mengganti seng atau talang yang bocor, memperbaiki selokan atau saluran. Perbaikan dengan sistem tambal sulam ini memang tidak tampak. Lain kalau renovasi itu menyeluruh, hasilnya tentu akan kelihatan," kata dia.

Dari jumlah dana yang dialokasikan pada APBD 2005 untuk pemeliharaan pasar yang jumlahnya sekitar 30 pasar, setiap pasar menerima bantuan Rp 6 juta - Rp 9 juta.

Sementara itu untuk dua proyek renovasi instalasi listrik di Pasar Klewer dan renovasi Pasar Ayam Semanggi diperkirakan akan dimulai setelah Lebaran ini. Proyek yang masing-masing senilai Rp 500 juta itu sudah melewati proses lelang terbuka belum lama ini.

"Untuk pengerjaan renovasi Pasar Ayam, kontraktor yang memenangi lelang adalah CV Atunggal dan renovasi instalasi listrik Pasar Klewer dimenangi CV Sumber Teknik. SPK (surat perintah kerja-Red) kedua proyek itu sudah turun, dan setelah Lebaran ini akan dimulai pengerjaannya." (G8,G13-36n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA