| Selasa, 22 Nopember 2005 | OLAHRAGA |
Daya Tahan Pemain KurangKUDUS- Terhitung sejak latihan perdana, Senin (14/11) lalu, anak-anak Persiku Kudus mulai menjalani program latihan fisik yang cukup berat pada pagi, siang, dan sore hari. Hasilnya, meski belum sepenuhnya memuaskan, Bambang Harsoyo dkk mulai menunjukkan peningkatan dalam kecepatan dan kekuatan yang dimiliki. Terbukti, pada tes ketahanan yang dipimpin pelatih fisik Noor Achmad dan asisten pelatih Kasiyadi di Stadion Wergu Wetan, sore kemarin, sejumlah pemain terlihat kedodoran staminanya. Soal belum maksimalnya fisik anak-anak Persiku, diakui oleh pelatihnya. "Butuh waktu untuk memantapkan stamina mereka," kata Noor Achmad. Ia menjelaskan, tes fisik yang dilakukan kemarin meliputi VO2 max - untuk menguji daya tahan jantung, dengan lari mengelilingi lapangan selama 15 menit, serta suttle run sejauh 10 meter sebanyak enam kali. Latihan lainnya berupa lari cepat sejauh 50 meter. "Lari sprint untuk melatih kecepatan pemain," jelasnya. Tak hanya itu, Noor juga menyiapkan latihan untuk meningkatkan kekuatan otot perut, dengan set up selama 60 detik. Sedangkan untuk kekuatan otot lengan, setiap pemain diharuskan melakukan push up, juga selama 60 detik. Diharapkan pada akhir Desember, kondisi pemain dapat memenuhi standar. Parameternya dapat dilihat dari hasil tes ketahanan seperti V02 max, dengan nilai di atas 52 cc/kg/ berat badan. Secara gampang, kata dia, pada lari 15 menit, setiap pemain setidaknya dapat menempuh jarah sejauh 3.200 meter. Meski masih harus mengkalkulasi grafik kebugaran pemain, dari hasil serangkaian latihan yang secara terus menerus, Noor menyatakan ada juga pemain yang sudah cukup bagus staminyanya. Bambang Harsoyo dan Armanda adalah dua pemain yang dianggap lebih dibandingkan rekan-rekannya yang lain, saat sekarang ini. "Jika dimulai dari nol, dibutuhkan waktu lebih dari tiga bulan. Namun, bagi pemain-pemain tersebut, mungkin akan memakan waktu kurang dari dua bulan," katanya. (H8-40) |